Tinjau Pasar dan Gudang Bulog, Farhan Pastikan Stok Beras Aman Jelang Agustus

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pasar tradisional, toko ritel modern dan gudang Bulog di Kota Bandung memastikan stabilitas harga dan ketersediaan beras menjelang Agustus 2025.

Tinjau Pasar dan Gudang Bulog, Farhan Pastikan Stok Beras Aman Jelang Agustus
Wali Kota Bandung M farhan

INILAHKORAN, Bandung - Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan melakukan peninjauan langsung ke sejumlah pasar tradisional, toko ritel modern dan gudang Bulog di Kota Bandung memastikan stabilitas harga dan ketersediaan beras menjelang Agustus 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Farhan memantau distribusi beras di beberapa lokasi strategis, seperti Pasar Sederhana, Pasar Kosambi, Yogya Sunda, Hyfresh BIP hingga Gudang Bulog di Jalan Gedebage. 

“Hari ini, kami meninjau pasar tradisional dan ritel modern untuk mengambil sampel dan memastikan distribusi atau rantai pasokan beras medium tersedia dengan baik,” kata Farhan pada Kamis 31 Juli 2025.

Ia menyebut, distribusi beras program stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) dari Bulog berjalan optimal di pasar tradisional. Pihaknya juga menilai, pasokan beras medium non Bulog saat ini cukup lancar dan tidak mengalami hambatan berarti.

“Sejauh ini SPHP dari Bulog sudah cukup bagus. Bahkan, suplai beras medium di luar program SPHP juga berjalan sangat baik,” ucapnya.

Meski distribusi di pasar tradisional dinilai lancar, Farhan menjelaskan pendistribusian beras medium ke ritel modern masih terkendala regulasi dari badan pangan nasional. 

“Kami berharap, ritel modern dapat menjadi buffer zone atau zona penyangga tambahan bagi suplai beras medium. Namun, kita masih menunggu perubahan aturan dari badan pangan nasional agar beras medium bisa masuk ke ritel modern,” ujar dia.

Sebagai langkah lanjutan, ia berencana menggandeng platform e-commerce untuk memperluas jangkauan distribusi beras secara digital.

“Kami akan menjajaki kerja sama dengan e-commerce untuk memastikan ketersediaan beras medium secara online melalui outlet-outlet digital,” ungkapnya.

Menurut Farhan, menjaga ketersediaan pasokan menjadi kunci penting dalam mengendalikan inflasi daerah mengingat tren permintaan beras yang terus meningkat.

“Permintaan beras tidak pernah menurun, bahkan terus naik. Karena itu, suplai harus bisa mengimbangi agar bisa menjadi indikator utama pengendalian inflasi di Kota Bandung,” tegas dia.

Pihaknya juga melibatkan berbagai pihak dalam pengawasan distribusi pangan termasuk Bulog, TNI, kepolisian dan Dewan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Barat.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri. Bulog, TNI dan kepolisian adalah aktor penting dalam menjaga pasokan dan ketahanan pangan,” ujarnya.

Selain itu, ia mengonfirmasi sejumlah merek beras di toko ritel modern telah ditarik dari peredaran karena diduga melanggar ketentuan. “Ada lima merek yang kami tarik dari ritel modern karena ada indikasi pelanggaran yang sedang kami awasi secara ketat,” ungkap dia.

Farhan pun turut mengimbau masyarakat agar tidak panik, dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Jangan panik. Insya Allah, semua jenis beras tersedia di Kota Bandung, mulai dari premium, medium, hingga beras pecah yang biasa digunakan untuk bubur,” pungkasnya. *


Editor : Ahmad Sayuti