Dedie Tinjau Penanganan Longsor Batutulis, Hasilnya Penanganan Lambat dan Pekerja Tidak pakai APD

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim bersama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor H. Denny Mulyadi meninjau persiapan pembuatan akses Jalan Roda 2 (R2) Jalan Saleh Danasasmita atau Batutulis atau Pembuatan Jalan Sementara pada Kamis 31 Juli 2025. 

Dedie Tinjau Penanganan Longsor Batutulis, Hasilnya Penanganan Lambat dan Pekerja Tidak pakai APD

INILAHKORAN, Bogor - Wali kota bogor Dedie A. Rachim bersama Sekretaris Daerah (Sekda) kota bogor H. Denny Mulyadi meninjau persiapan pembuatan akses Jalan Roda 2 (R2) Jalan Saleh Danasasmita atau Batutulis atau Pembuatan Jalan Sementara pada Kamis 31 Juli 2025. 

Hasilnya cukup mengecewakan Dedie, karena penanganan sangat lambat, para pekerjanya sedikit dan perlu dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) sesuai aturan dan akan menyampaikan suratnya Balai Besar Perkeretaapian Jawa Barat.

"Saya minta kepada Balai Besar Teknik Perkeretaapian untuk mengakselerasi penanganan lokasi longsor Batutulis, masyarakat sudah terlalu lama ini hampir lima bulan lebih pasca longsor itu penanganan cukup lambat," ungkap Dedie kepada wartawan pada Kamis 31 Juli 2025.

Dedie menjelaskan, Pemkot Bogor berkesimpulan sampai dengan saat ini bahwa perlu ada dorongan dari pihak kementerian perhubungan agar penanganan proyek strategis nasional ini lebih diperhatikan dan ditangani dengan baik. 

"Mengingat bukan hanya masyarakat yang dirugikan, tapi ada istana Batutulis dan ada kepentingan publik lain. Sementara kami mendorong mereka agar tidak terlalu lama, akses R2 itu bisa diselenggarakan paling tidak akhir bulan Agustus 2025 ini," jelasnya.

Dedie menegaskan, jadi sudah terlalu lama dan sudah dilihat lokasinya atau di lapangan dan tidak bisa menunggu terlalu lama lagi masyarakat membutuhkan akses ini. Ada potensi-potensi kerawanan, kalau penangan tidak serius.

"Keretakan Tembok Penahan Tanah (TPT) itu bisa jadi menjadi sumber bencana kalau tidak dikaji dengan baik, kalau tidak ada langkah secara teknis solusi terbaik. Agar potensi bencana jadi sedikit atau dikurangi, saya sudah cek sport-spot nya dan ini menjadi perhatian kami," tegasnya.

Dedie memaparkan, hasil peninjauan, para pekerjanya sedikit dan perlu dilengkapi APD sesuai aturan, dirinya akan sampaikan surat ke Balai Besar Perkeretaapian Jawa Barat memperhatikan poin-poin tadi.

"Kami memastikan dahulu TPT lokasi kemarin longsor itu aman dan baru bisa dilewati motor, bahkan kalau masuk musim hujan ada potensi bencana," paparnya.

Dedie membeberkan, maka perlu keseriusan, karena ini proyek strategis nasional, bukan proyek biasa. Ada di Perpresnya, jadi tolong dapat perhatian lebih dan diatensi semaksimal mungkin serta dilihat kelapangan sekali-kali. 

"Ya, itu, supaya tahu kondisi sesungguhnya di lapangan kami mencoba memberikan akses masyarakat dengan cepat. Titik bencana diperhatikan ya," pungkasnya.


Editor : Ahmad Sayuti