SPMB 2026 Cimahi, Ngatiyana: 21 Ribu Kursi Terpenuhi, Tak Ada Anak Putus Sekolah

Pemkot Cimahi memastikan SMPB 2026 berjalan lancar dan kuota 21 ribu kursi dipastyikan terpenuhi dan tiadak ada anak terpaksa tak sekolah

SPMB 2026 Cimahi, Ngatiyana: 21 Ribu Kursi Terpenuhi, Tak Ada Anak Putus Sekolah
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana mengklaim kesiapan pelaksanaan dan kuota Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027 mencukupi.

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi mengklaim kesiapan pelaksanaan dan kuota Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026-2027 aman dan mencukupi.

Kendati dikenal sebagai wilayah dengan kepadatan penduduk yang sangat tinggi, ketersediaan kursi di satuan pendidikan baik negeri maupun swasta ternyata jauh melebihi jumlah calon siswa baru.

"Ini menjadi jaminan kuat agar tidak ada satu pun anak di Cimahi yang kehilangan haknya mendapatkan akses pendidikan," kata Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, Rabu (6/5/2026).

Berdasarkan data pihaknya, ungkap Ngatiyana, di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan sederajat, total daya tampung yang tersedia mencapai 9.742 kursi.

"Angka ini mencakup ketersediaan di SD Negeri, SD Swasta, hingga Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Cimahi," ungkapnya.

Sementara itu, lanjut Ngatiyana, perkiraan jumlah calon murid baru, baik yang berasal dari warga dalam kota maupun pendaftar dari luar wilayah, hanya mencapai 9.740 siswa.

"Artinya, ketersediaan tempat belajar di jenjang ini nyaris seimbang sempurna dengan kebutuhan warga," ucapnya.

Tak cuma itu, jelas Ngatiyana, ketersediaan ruang kelas terlihat jauh lebih longgar di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat. Daya tampung yang disiapkan mencapai 11.284 kursi, sedangkan estimasi jumlah pendaftar baru hanya sekitar 10.523 siswa.

Menurutnya, selisih jumlah ini memberikan ruang yang cukup luas, sehingga proses penempatan siswa dapat berjalan lebih fleksibel dan terorganisir dengan baik.

“Secara angka, Cimahi sudah sangat mampu menampung seluruh calon murid baru. Total gabungan daya tampung SD dan SMP saja sudah menembus angka 21.026 kursi," ungkapnya.

"Dengan jumlah ini saya tegaskan, tidak ada alasan bagi anak di Cimahi untuk tidak bersekolah karena kehabisan kuota,” tegasnya.

Ngatiyana juga meminta data kepastian kuota ini diminta untuk disosialisasikan secara masif ke seluruh lapisan masyarakat. Dengan begitu, para orang tua tidak perlu merasa cemas atau panik berlebihan saat pendaftaran resmi dibuka, karena ketersediaan tempat sudah dipastikan aman dan terukur dengan baik.

"Saya juga mengingatkan seluruh pihak penyelenggara SPMB untuk berpegang teguh pada prinsip transparansi dan keadilan," ujarnya.

"Setiap proses harus dilakukan secara terbuka dan tidak diskriminatif, demi menjamin hak pendidikan setiap anak terpenuhi dengan cara yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan," tandasnya. ***


Editor : Ahmad Sayuti