Resmi Dilantik, Ini Tuntutan untuk Pengprov Perbasasi Jabar Terkait Pengembangan Cabor Baseball dan Softball
Pengurus Provinsi Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Pengprov Perbasasi) Jabar periode 2022-2026 resmi dilantik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Pengurus Provinsi Perserikatan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Pengprov Perbasasi) Jabar periode 2022-2026 yang dipimpin Achmad Nugraha Juanda resmi dilantik.
Proses pelantikan dilakukan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Perbasasi Andika Monoarfa di Gedung KONI Jabar, Jalan Pajajaran, Kota Bandung, Kamis 3 Februari 2022.
Andika Monoarfa mengaku sudah menitipkan pesan kepada Achmad Nugraha Juanda untuk bisa memajukan cabang olahraga Baseball dan Softball ini di Jabar. Salah satunya, Perbasasi Jabar meningkatkan maintenance.
Baca Juga: KONI KBB Dijabat Caretaker, Ini Syarat dari Cabor
"Atlet kan sudah banyak, SDM nya banyak, kita nitip maintenance-nya ditingkatkan. Jadi maintenance atletnya ditingkatkan. Atlet dari junior itu dari Jabar banyak, jadi sebelum masuk ke profesional harus di maintenance dari provinsinya," kata Andika Monoarfa usai proses pelantikan.
Andika Monoarfa cukup mengetahui bahwa Jabar memiliki banyak atlet Vaseball dan Softball. Namun, hal itu tidak berimbas dengan hasil yang ditorehkan di Pekan Olahraga Nasional (PON).
"Kemenangan kekalahan itu teknis non teknis. Saya gak bisa bilang kenapa gak bisa juara. Kalau kurang cepat, berarti kurang lari, kurang latihan ya berarti kurang angkat. Itu mungkin dari Pengprov yang lebih paham," tuturnya.
Baca Juga: Pengamat Keolahragaan Nilai KONI Jabar Aneh dan Langgar Aturan
Di sisi lain, Ketua Umum KONI Jabar Ahmad Saefudin juga memiliki pesan yang sama. Dia meminta agar Pengprov Perbasasi Jabar yang dipimpin Achmad Nugraha Juanda bisa memberikan prestasi.
"Semuanya sudah mendukung potensi yang sudah ada, mulai dari atlet hingga pengurus yang sudah berpengalaman dan fasilitas juga cukup. Sekarang soal kemauan, ingin juara, sekarang empat periode PON belum juara umum, jadi harus juara umum karena ini semua target," tegas Ahmad Saefudin.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Perbasasi Jabar Achmad Nugraha Juanda membenarkan dengan prestasi yang diraih cabang olahraga Baseball dan Softball di PON. Namun, dia memastikan tidak modifikasi yang dilakukan.
"Yang harus dibenahi menurut saya adalah kepengurusan. Modifikasi agar satu visi, Jabar bangkit, Jabar ngahiji, Jabar kahiji. Kalau semua pengurus sepakat, visinya gampang. Visinya apa? Ya tadi, sport science kita manfaatkan, kompetisi kita rutinkan, kerjasama antar instansi dan lembaga kita perkuat. Tapi satu, solid dulu pengurusnya baru visinya sama," ujar Achmad Nugraha Juanda.
Baca Juga: KONI dan Askab PSSI Kabupaten Bogor Berduka Atas Tewasnya Pemain Muda Persikabo Raychan Adji
Target terdekat, lanjutnya, Pengprov Perbasasi Jabar bertekad untuk bisa meraih medali emas pada PON 2024 yang rencananya akan digelar di Aceh.
"Kita ingin emas di PON 2024, softball baseball putra puteri. Tidak ada yang tidak mungkin soal potensi, tinggal kita tarik mundur. Makanya kompetisi ini jadi barometer awal untuk melihat kekuatan kita. Jadi kita tahu apa yang harus ditambah dibenahi segala macem sambil kita lihat kekuatan provinsi lain," tuturnya.
Achmad Nugraha Juanda cukup percaya diri target tersebut tercapai. Sebab Jabar sudah memiliki banyak atlet yang berpotensial.
"Yang jelas modal kita individu atlet, itu sudah bagus, secara ilmu ngelatih atlet Jabar itu tidak mudah. Terbukti di timnasnya, pelatih juga Jabar semua. Tapi dari manajemen kurang mungkin, itu yang kita benahi," jelasnya.
Tidak hanya itu, Achmad Nugraha Juanda juga berencana akan menggelar kompetisi. Sesuai dengan program yang dicanangkan, kompetisi akan digelar tepat setelah Hari Raya Idul Fitri.
"Sebelum Porprov ada kompetisi antar Kabupaten Kota se-Jabar. Dibagi dua kategori, U-18 dan open age, karena kita masih nunggu dari PB Perbasasi, Pak Andika tadi akan dimainkan umur berapa nanti PON 2024. Kita sekarang buka dulu semua, mapping kekuatan Jabar, dari itu U-18 dan open age. Ini kita setelah lebaran sebelum Porprov. Untuk U-18 itu kan masih sekolah. Jangan bentrok agenda sekolah," pungkasnya. (Muhammad Ginanjar)
Editor : inilahkoran


