Stok Pangan di Pasar Tradisional Garut Aman Meski Kemarau
Disperindag ESDM Garut memastikan stok pangan di pasar tradisional tetap aman meski musim kemarau. Sejumlah harga komoditas mengalami perubahan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID– Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Jawa Barat, menyebutkan stok pangan di sejumlah pasar tradisional masih aman meski wilayah tersebut tengah menghadapi musim kemarau.
Kepala Disperindag ESDM Kabupaten Garut Ridwan Effendi mengatakan, pihaknya rutin memantau ketersediaan stok pangan di setiap pasar untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
"Stok aman, jadi setiap pasar kita pantau stok, Alhamdulillah aman," kata Ridwan kepada wartawan di Garut, Senin.
Menurut dia, pemantauan dilakukan terhadap sejumlah komoditas pangan, terutama produk pertanian seperti beras, sayuran, cabai, bawang, dan komoditas lainnya.
Hasil pemantauan, kata Ridwan, belum menunjukkan adanya kelangkaan bahan pangan yang dibutuhkan masyarakat. Kondisi serupa juga terjadi pada sejumlah kebutuhan pokok lainnya, seperti minyak goreng, gula, dan daging.
Dari sisi harga, Disperindag ESDM Garut mencatat tidak terjadi kenaikan yang signifikan. Bahkan, beberapa komoditas mengalami penurunan harga dan sebagian lainnya masih berada dalam kondisi stabil.
"Dari perkembangan minggu ke minggu ini memang ada beberapa kenaikan harga, rata-rata dari minggu yang lalu," ujarnya.
Ridwan mengatakan, kenaikan harga terjadi pada beberapa jenis cabai. Sementara sejumlah komoditas lainnya justru mengalami penurunan atau masih bertahan pada harga sebelumnya.
Untuk komoditas daging ayam, daging sapi, dan telur ayam, misalnya, tercatat mengalami penurunan sekitar Rp1.000 per kilogram.
"Saat permintaannya naik, pasti harga pun juga menyesuaikan, kita kan namanya keterbatasan, keterbatasan stok tentunya kan (harga) menyesuaikan," katanya.
harga pangan di Pasar Garut
Berdasarkan pemantauan Disperindag ESDM Garut, harga beras kualitas medium saat ini masih stabil di kisaran Rp13.000 per kilogram, sedangkan beras premium Rp14.000 per kilogram.
Harga bawang merah naik dari Rp50.000 menjadi Rp55.000 per kilogram. Sementara bawang putih masih stabil di angka Rp27.000 per kilogram dan cabai rawit hijau Rp32.000 per kilogram.
Untuk daging sapi, harga masih stabil sekitar Rp140.000 per kilogram. Sedangkan ayam broiler mengalami penurunan dari Rp38.000 menjadi Rp37.000 per kilogram.
Sejumlah komoditas cabai mengalami kenaikan cukup tinggi. Harga cabai merah naik dari Rp50.000 menjadi Rp55.000 per kilogram, cabai merah keriting dari Rp50.000 menjadi Rp65.000 per kilogram, dan cabai rawit merah dari Rp70.000 menjadi Rp75.000 per kilogram.
Meski terdapat perubahan harga pada sejumlah komoditas, Disperindag ESDM Garut memastikan pemantauan stok dan harga pangan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan kebutuhan masyarakat.***
Editor : JakaPermana

