Strategi Harga Murah dan Berkualitas, Dinas TPH Hadirkan Gelar Produk Pertanian
Rantai tata niaga yang teramat panjang membuat harga komoditas maupun produk pertanian tinggi ketika tiba di masyarkat. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Jawa Barat memberikan kesempatan kepada masyarkat untuk membelinya dengan harga yang rendah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung- Rantai tata niaga yang teramat panjang membuat harga komoditas maupun produk pertanian tinggi ketika tiba di masyarkat. Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Jawa Barat memberikan kesempatan kepada masyarkat untuk membelinya dengan harga yang rendah.
Salah satu strateginya, yaitu melakukan Gelar Produk Pertanian dia Kantor Dinas TPH Jabar, Kota Bandung, Jumat (7/2/2020). Pada kegiatan ini menampilkan sejumlah produk dari 40 tenant binaan dari 27 kabupaten kota.
Kepala Seksi Pascapanen Tanaman Holtikultura Dinas TPH Jabar Chakrawati mengatakan Gelar Produk Pertanian ini bertujuan mendekatkan produk pertanian dengan konsumen.
"Di mana bagian dari promosi juga agar produk pertanian unggulan di Jabar diketahui masyarakat secara umum," ujar Chakrawati di sela kegiatan.
Bukan hanya petani, pihaknya pun melibatkan pelaku usaha produk olahan di sektor pertanian. Termasuk kehadiran ibu-ibu dari Kelompok Wanita Tani.Adapun yang dijajakan, tidak melulu komoditas pertanian seperti padi. Namun ada pula buah-buahan hingga tanaman obat.
"Tujuan akhirnya memang menjual dengan kriteria, misalnya dengan produk yang baik mutu dan harganya juga baik. Jadi tidak disamakan dengan pasar, akan lebih rendah karena mereka memotong rantai tata niaganya," paparnya.
Dia memastikan, setiap produk yang ditawarkan pada gelaran ini aman konsumsi atau residu pestisida di ambang batas. Jadi para tenant wajib menerapka budidaya yang baik dan benar juga teruji secara laboratorium.
"Tenant ini ada binaannya dinas pertanian ada juga dari dinas ketahanan pangan dan peternakan (DKPP) ada juga dari indag dan dinas UMKM," jelasnya.
Chakrawati mengaku, Gelar Produk Pertanian pun sudah dibentuk pada setiap kota kabupaten di Jabar. Di mana terdapat 13 asosiasi pasar petani yang pihaknya telah bentuk.
Dinas TPH Jabar pun acap kali diminta oleh sejumlah pihak, seperti perumahan hingga mall untuk menggelar kegiatan yang serupa. Namun, dia mengatakan, untuk menggelar kegiatan serupa namun melibatkan masyarskat dengan skala masif tak jarang menemukan hambatan untuk mendapatkan perizinan.
Padahal, para petani maupun tenant selalu menyatakan kesiapan bilamana diminta untuk terlibat dalam Gelar Produk Pertanian ini.
"Di kabupaten kota juga event ini juga sudah banyak dilakukan karena kita fasilitasinya tenda pasar petani sudah dari 2010, sebelumnya juga sudah ada," katanya.
Pihaknya berharap, ke depak provinsi Jabar memiliki venue khusus untuk menyelenggarakan kegiatan Gelar Produk Pertanian ini. Hal tersebut mengingat sulitnya menemukan lokasi yang pas agar yang dapat lebih memudahkan dalam mendapatkan perizinan..
"Wadah-wadah yang yang di provinsi sudah berkurag. Kalau dulu kan kita pernah menggelar di Gedung Sate, Gasibu, Car Free Day. Kita ingin ada tempat khusus sebagai tempat promosi petani," pungkasnya. (Riantonurdiansyah)
Editor : Bsafaat

