Strategi Progresif Disperindag Jabar Bawa UMKM Naik Kelas ke Pasar Global
Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui berbagai langkah progresif yang dijalankan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar. Upaya ini difokuskan untuk memperkuat daya saing industri dan membuka akses pasar global bagi produk unggulan daerah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) terus mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) naik kelas melalui berbagai langkah progresif yang dijalankan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar. Upaya ini difokuskan untuk memperkuat daya saing industri dan membuka akses pasar global bagi produk unggulan daerah.
Kepala Disperindag Jabar Nining Yuliastiani mengatakan, peningkatan daya saing dilakukan secara terstruktur, dimulai dari pendampingan kualitas dan kuantitas produk hingga perluasan jejaring ekspor.
“Kami melakukan capacity building, memberi pemahaman akses pasar, hingga pendampingan peningkatan mutu produk agar UMKM Jabar siap bersaing,” ujar Nining dikutip Senin 27 Oktober 2025.
Beragam inisiatif telah dijalankan Disperindag Jabar, seperti program Pendampingan Produk Potensi Ekspor Pelaku Usaha Jabar (PROSPEK PESAT) dan Export Coaching Program (ECP) bersama Kementerian Perdagangan.
Selain itu, pelatihan Coaching Program New Exporter (CPNE) dan pembentukan Desa Devisa Kopi di Subang bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) menjadi wujud nyata pembinaan ekspor berbasis komunitas.
Disperindag Jabar juga aktif menjembatani pelaku usaha dengan pasar global lewat business matching bersama mitra dari Manila hingga Dubai. Dukungan teknis diberikan melalui sertifikasi halal untuk 24 pelaku usaha kopi, fasilitasi HACCP bagi dua pelaku usaha, serta penyusunan nutrition facts untuk puluhan pelaku industri pangan.
“Seluruh langkah ini dirancang untuk memperkuat daya saing dan kesiapan ekspor para pelaku usaha di Jabar,” kata Nining.
Puncak program peningkatan ekspor tahun ini ditandai dengan penyelenggaraan West Java Expo (WJX) 2025, yang digelar bersamaan dengan Trade Expo Indonesia (TEI)—pameran perdagangan terbesar di Indonesia.
Mengusung tema “West Java: Unlocking Opportunities in the Globally Integrated Market”, WJX menjadi ajang penting memperluas promosi dan jejaring dagang pelaku industri Jabar ke pasar nontradisional.
Sebanyak 50 pelaku usaha dan delapan kawasan industri tampil di Paviliun Jabar, menampilkan produk unggulan sektor food and beverages, fashion, personal care, hingga industry and technology.
“Bergabungnya WJX dalam TEI memperluas jangkauan promosi karena paviliun Jabar dikunjungi ribuan buyer internasional,” ujarnya.
Disperindag Jabar juga menggelar rangkaian Road to WJX berupa webinar dan business pitching bersama perwakilan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) dari Dubai, Jeddah, Johannesburg dan India. Kegiatan ini mencatat nilai transaksi Rp36,81 miliar atau setara USD2,22 juta.
Sementara itu, selama pameran berlangsung, 286 buyer dan investor internasional dari India, Malaysia, Arab Saudi, Korea Selatan, Australia, Vietnam, Jepang, Amerika Serikat, Jerman, hingga Afrika Selatan tercatat mengunjungi Paviliun Jabar.
Puncaknya, total nilai transaksi WJX 2025 mencapai Rp328,6 miliar atau USD19,85 juta, terdiri atas transaksi ritel Rp16,12 miliar, transaksi besar hasil MoU Rp240,5 miliar, potensi transaksi Rp35,17 miliar dan hasil kegiatan Road to WJX sebesar Rp36,81 miliar.
Produk yang paling diminati berasal dari kategori personal care dan makanan-minuman, terutama produk rempah-rempah.
Kesuksesan WJX 2025 menegaskan posisi Jabar sebagai salah satu motor penggerak ekspor nasional. Disperindag Jabar berkomitmen menjadikan WJX bukan sekadar pameran, tetapi juga platform strategis memperkenalkan potensi industri, memperluas jejaring global, dan mendorong peningkatan ekspor Jabar yang berdaya saing di pasar dunia.
“Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, lembaga keuangan, dan perwakilan perdagangan luar negeri akan terus kami perkuat agar UMKM Jabar benar-benar naik kelas,” tandasnya.
Editor : JakaPermana

