Suasana Lalu Lintas Bogor, Ekalos dan Jambu Dua Terurai, Jalak Harupat dan Djuanda Padat
Lalu lintas di Simpang Ekalokasari dan Jambu Dua bisa terurai. Namun, kepadatan sempat terjadi di Jalan Jalak Harupat hingga Djuanda.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor – Lalu lintas di Simpang Ekalokasari dan Jambu Dua bisa terurai. Namun, kepadatan sempat terjadi di Jalan Jalak Harupat hingga Djuanda.
Begitulah hasil pemantauan jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) kota bogor terhadap arus rekayasa lalu lintas pada Kamis, 11 Mei 2023 pagi.
Patroli dipimpin Wali kota bogor Bima Arya bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso dan Dandim 0606/kota bogor Kolonel Inf Ali Akhwan.
Titik yang menjadi perhatian adalah Jalan Djuanda dan Jalan Jalak Harupat. Karena di titik ini terkonsentrasi arus kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Sementara di titik lain, yakni Jalan Kapten Muslihat, Suryakencana, Siliwangi, Sudirman, Simpang Ekalokasari dan Simpang Jambu Dua terpantau ramai cenderung lancar.
“Secara umum walaupun terjadi kemacetan di ruas Jalan Jalak Harupat dan Jalan Juanda sampai BTM pada pagi hari tapi secara keseluruhan terkendali,” ungkap Bima kepada wartawan.
Bima memaparkan, dalam masa adaptasi rekayasa di seputar SSA yang sementara diterapkan dua arah, akan lebih baik ke depannya.
“Kami optimistis ke depan lebih baik dan akan ada penyesuaian-penyesuaian. Jika dibandingkan dengan skenario awal minggu lalu, skenario ini mengurai kemacetan di banyak titik. Jadi tidak ada lagi penumpukan di Ekalos, di Jambu Dua. Hanya terkonsentrasi di pusat kota dan itu pun mengalir,” jelas Wali kota bogor dua priode ini.
Bima memastikan, petugas di pusat kota akan dimaksimalkan untuk mengurai kepadatan. Juga ditambah rambu pembatas jalan. Hasil pantauan, ada kenaikan aktivitas ekonomi di beberapa titik yang tadinya sepi, seperti Jalan Otista.
Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota Kombes Bismo Teguh Prakoso mengatakan, secara situasional akan ada diskresi petugas di lapangan untuk mengubah arus dari dua arah menjadi satu arah jika terjadi kepadatan panjang.
“Kami gelarkan pasukan dan laksanakan diskresi kepolisian kalau misal arusnya padat dan mengular panjang. Kami lakukan upaya-upaya. Petugas kepolisian yang diterjunkan 150 personel," jelas Bismo. (rizki mauludi)
Editor : Zulfirman

