Suasana Makin Keruh, Penggemar Sebut Jungkook BTS Ikuti Jadwal Winter aespa yang Hadiri Fansign

Penggemar ungkap mereka melihat Jungkook BTS mengikuti Winter aespa di acara fansign sang idola.

Suasana Makin Keruh, Penggemar Sebut Jungkook BTS Ikuti Jadwal Winter aespa yang Hadiri Fansign
Jungkook BTS dan Winter aespa.

INILAHKORAN, Bandung - Kini muncul bukti baru yang bahkan diungkap langsung oleh Penggemar Winter aespa mengenai rumor kencannya dengan Jungkook BTS.

Obrolan pribadi yang diduga antara dua situs Penggemar utama Winter aespa, telah menjadi viral di komunitas Korea, Theqoo dan X.

Obrolan ini memicu diskusi panas menyusul rumor kencan yang kembali muncul yang melibatkan Winter aespa dan Jungkook BTS.

Percakapan tersebut dilaporkan menangkap kesedihan dan frustrasi para Penggemar yang mengikuti Winter aespa secara dekat dan merasa terpengaruh secara emosional oleh dugaan pertemuan antara kedua idola tersebut.

Pesan-pesan yang bocor tersebut menarik perhatian karena klaim bahwa Jungkook BTS muncul di beberapa lokasi yang terkait dengan Jadwal Winter aespa, termasuk gerai parfum aespa, Bandara Gimpo, dan bahkan Yokohama.

Para Penggemar mengklaim memiliki foto dan video yang mendokumentasikan pertemuan-pertemuan tersebut, dan percakapan tersebut mengungkapkan betapa beratnya dampak rumor semacam itu terhadap para Penggemar setia.

"Penggemar A: Aku benar-benar lelah karena terusik oleh pihak lain. Aku hanya berharap mereka keluar dan mengatakan ini tidak benar.

Penggemar B: Kalau aku bilang aku benar-benar melihatnya di stan parfum aespa hari itu, apa itu menjelaskan kenapa aku membeku seperti 'mati di tempat'?

Penggemar A: Ya, aku juga melihatnya ㅋㅋㅋㅋ

Penggemar B: Aku benci disebut sakit jiwa… Kita cuma pura-pura nggak tahu, tapi rasanya sungguh nggak nyaman. Aku sudah menghabiskan uang tapi nggak bisa ketemu Winter, dan dia cuma ketemu Winter. 

Rasanya sakit banget. Lalu waktu dia pergi, dia tiba-tiba menghilang sendirian, dan cuma aku yang tahu… rasanya lebih frustrasi lagi.

Penggemar A: Aku tahu kapan itu terjadi… Aku sedang kelelahan secara mental dan harus beristirahat sejenak.

Penggemar B: Mereka memberi kami 'penyakit' beserta obatnya, Minjeong... Di hari kedatangannya, dia masuk Bandara Gimpo, ada wartawan di sana, dan dia terlihat sangat panik. Mereka hanya berpura-pura tidak tahu. Ada apa ini sebenarnya?

Penggemar A: Hah? Aku juga merekamnya. Mau aku tunjukkan? ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ Aku bahkan punya foto mereka saat melepas masker ^^!

Penggemar B: ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ Saya juga punya foto dari Yokohama.

Penggemar A: Kalaupun dia mau, seharusnya dia menyembunyikannya sedikit. Kumohon ㅠㅠㅠㅠㅠ.

Penggemar B: Minjeong itu tipe yang nggak bisa ngatasin rasa sakitnya... Aku juga, sakit banget. Kalau dia nggak bisa ngatasin rasa sakitnya, gimana Penggemar seperti kita bisa ngatasinnya?".

Netizen telah membagikan pemikiran mereka sendiri, sering kali mempertanyakan konteks dugaan penampakan dan mengomentari perilaku Penggemar:

"Tapi apa yang mereka harapkan, terbang jauh-jauh ke sana… Winter ada di Jadwal luar negeri, bukan?"

"Penggemar pasti kesal, tapi penyanyi itu mengejar Jadwal luar negeri pasangannya dan membuat tato pasangan... mereka sudah melakukan segalanya, sekarang mereka mungkin tidak peduli bagaimana perasaan Penggemar."

"Itu cuma situs Penggemar yang ketemu dia lagi di Jadwal luar negeri. Aneh banget, ya, kalau ada idola pria terkenal yang jadwalnya dekat dengan idola wanita?"

"Bayangkan jika seorang idol wanita mengikuti Jadwal idol pria… dia pasti akan diseret tanpa ampun oleh netizen."

"Bersyukurlah mereka tidak mempostingnya dan menghilang begitu saja setelah berhenti mengikutinya."

Seiring bocornya obrolan dan tanggapan netizen yang terus beredar, situasi ini menggarisbawahi rapuhnya keseimbangan antara citra publik para idola dan kehidupan pribadi mereka. 

Tanpa pernyataan resmi dari kedua agensi, percakapan ini tetap diwarnai spekulasi, menyoroti bagaimana interaksi yang belum terkonfirmasi sekalipun dapat berkembang menjadi topik pembicaraan utama di dunia K-Pop.***


Editor : Irma Nurfajri