Subhanallah, Telinga Bocah di Majalengka Dipenuhi Semut dan Kertas
NASIB Malang dialami Arif Azka (12) warga Blok Sabtu, RT 01 RW 03, Dusun Majamukti, Desa Majasuka, Kecamatan Palaseh, Kabupaten Majalengka. Sudah 6 tahun lamanya, Arif menderita penyakit aneh karena
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
NASIB Malang dialami Arif Azka (12) warga Blok Sabtu, RT 01 RW 03, Dusun Majamukti, Desa Majasuka, Kecamatan Palaseh, Kabupaten Majalengka. Sejak 6 tahun lamanya, Arif menderita penyakit aneh karena mengelurkan semut dari dalam telinganya.
Hingga saat ini, buah hati dari pasangan Toto Budianto dan Euis ini sudah enam tahun lamanya merasakan kesakitan akibat penyakit langka yang dideritanya.Bahkan ia harus merasakan kepedihaannya, sejak bangku kelas satu SD hingga kini duduk kelas 1 SMP.
Yuliani, bibi Arif mengungkapkan, kronologis penyakit yang belum diketahui itu, datangnya tanpa sebab. Karena sejak lahir hal itu tidak pernah terjadi."Kelainan yang dialami keponakan saya itu, asal muasalnya belum diketahui.Tapi dua pekan ini, selain semut anehnya keluar gulungan kertas sebesar kacang hijau,"katanya.
Menurut dia, jika dihitung sampai saat ini, sudah ribuan semut yang keluar dari dalam telinga kanannya.Pihak keluarga sendiri sudah berupaya mengobati penyakit yang dideritanya selama ini.
"Kalau usaha kami menyembuhkan Arif sudah maksimal.Baik itu jalur pengobatan secara medis, maupun pengobatan alternatif melalui orang pintar.Tapi hingga saat ini belum diberikan kesembuhan. Mohon doa restunya untuk kesembuhan keponakan saya,"kata Yulianti saat ditemui di rumahnya, Kamis (7/3/2019).
Dijelaskan dia, hari ini juga keponokanya tengah berobat melalui jalur alternatif ke Tasikmalaya.Karena penyakitnya itu sulit diterima akal sehat"Mohon maaf kakak saya dan Arif tidak bisa ditemui, karena sedang berobat ke Tasikmalaya,"ucapnya.
Pihak keluarga sendiri merasakan betul kepedihan atas cobaan yang menimpa Arif.Apalagi ketika kambuh penyakitnya, ia kerap meraung kesakitan dengan tangisan air mata yang membanjiri wajahnya saking pedihnya.Bahkan untuk meringankan rasa sakitnya dirinya atau orang tuanya membantu mengeluarkan semut atau kertas dengan cara menjepit semut menggunakan pinset (alat penjepit).
"Kalau aktivitas Arif sendiri normal seperti teman sebayanya.Cuman penyakitnya belum diketahui, bahkan dokter yang ditemuinya juga belum memberikan penjelasan secara medis,"ujarnya.
Masih dikatakan Yuliani, untuk berobat secara medis, keponakannya pernah mendatangi ke Poli THT RSUD Cideres Kadipaten Majalengka dan hasilnya menyebutkan jika di dalam telinga Arif masih terdapat banyak semut dan kertas.
"Kalau penyakit belum disebut, tapi dari hasil pemeriksaan dokter, katanya masih banyak semut di dalam telinga hingga menjalar mendekati otak,"katanya seperti dilansir Kabar Cirebon.
Sekretaris Desa Majasuka Johan menambahkan, penyakit yang diderita warganya itu sudah berlangsung selama enam tahun. Namun pihak keluarga menyembunyikan dengan alasan kemungkinan malu diketahui warga lainnya.
"Bahkan keluarga terdekat arif juga tidak mengetahui selama enam tahun semut keluar dari telinganya.Baru saat ini pihak keluarga melaporkan ketika keluar gulungan kertas,"ucapnya.
Kendati pihak keluarga tertutup, kata dia, pihak pemerintah desa tidak berdiam diri.Saat ini pihak desa melakukan upaya maksimal dalam mengobati penyakit yang dideritanya. "Jujur saja selama ini pihak keluarga arif tidak pernah melapor atas musibah penyakit yang menimpa anaknya. Kami dari pihak desa pro aktif mendatangi rumah arif setelah mengetahui penyakit aneh tersebut,"ujarnya.
Pihak desa juga memohon bantuan dan doa dari warga Kabupaten Majalengka atas kesembuhan penyakit yang dialami Arif, agar ia bisa kembali sembuh dan beraktivitas sebagaimana mestinya. "Saya sangat kasihan, diusianya yang anak-anak, menderita penyakit yang terbilang aneh.Mari kita do'akan semoga Arif kembali sembuh,"pintanya.(*)
Editor : inilahkoran


