Sudah Diresmikan Presiden, KDMP Cilame Ngamprah Masih Belum Beroperasi
Semenjak diresmikan oleh Presiden Prabowo Gedung KDMP di Cilame KBB masih belum beroperasi hingga kini
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang telah diresmikan serentak oleh Presiden Prabowo Subianto pada 16 Mei 2026, hingga kini belum beroperasi sama sekali.
Kendati bangunan berdiri kokoh di atas tanah carik desa di ujung Perumahan Cilame Permai, dilengkapi rak gerai dan tiga unit kendaraan operasional, pintu akses masih tertutup rapat lebih dari dua bulan pasca peluncuran nasional.
Kepala Desa Cilame, Aas Moch. Asor mengaku pihaknya masih menunggu petunjuk teknis lanjutan dari PT Agro Industri Nasional (Agrinas) selaku pengelola program pusat. Menurutnya, pengurus koperasi yang terdiri dari lima orang sudah terbentuk, namun jenis usaha yang akan dijalankan pun belum mendapat arahan pasti.
Berdasarkan tata letak ruangan, rencananya fasilitas ini bakal berfungsi layaknya toko modern atau minimarket yang sekaligus membuka peluang bagi produk UMKM lokal seperti kuliner dan konveksi Cilame untuk dipasarkan secara langsung.
“Kami belum tahu kapan tepatnya dibuka. Kendaraan sudah ada, rak sudah terpasang, tapi kami menunggu instruksi pusat," kata Aas, Rabu (8/7/2026).
"Lokasinya sangat strategis di kawasan perkotaan, saya yakin ini akan maju begitu beroperasi,” sambungnya.
Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung Barat, Sri Dustirawati mengungkapkan, dari total 165 desa di wilayah ini, masih ada 87 desa yang bahkan belum memulai tahap pembangunan fisik.
"Hambatan utamanya syarat lahan minimal 1.000 meter persegi dengan ukuran bangunan standar 30x20 meter, yang sulit dipenuhi desa-desa dengan keterbatasan aset maupun kondisi geografis perbukitan," kata Sri.
Sri menyebut, pemerintah daerah kini mengusulkan fleksibilitas desain seperti bangunan bertingkat atau bentuk lain agar program ini tetap bisa berjalan.
Secara konsep, lanjut dia, KDMP seharusnya menghadirkan layanan lengkap mulai dari sembako, apotek, klinik, simpan pinjam, hingga pergudangan dengan pasokan langsung dari Bulog dan Pertamina.
"Di tengah lambatnya proses tersebut, inisiatif mandiri justru mulai tumbuh, seperti di Cikalongwetan yang telah merintis peternakan ayam petelur menggunakan dana anggota sebelum bangunan koperasi rampung," tandasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

