Sudahlah DPR! Revisi RUU Pilkada Itu Akal-akalan Kalian Saja

Masinton Pasaribu geram. Dia menilai RUU Pilkada yang sedang dibahas DPR hanyalah akal-akalan saja.

Sudahlah DPR! Revisi RUU Pilkada Itu Akal-akalan Kalian Saja

INILAHKORAN, JakartaMasinton Pasaribu geram. Dia menilai RUU Pilkada yang sedang dibahas DPR hanyalah akal-akalan saja.

Masinton Pasaribu yang merupakan anggota Fraksi PDI Perjuangan itu mengatakan pembahasan materi muatan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 atau RUU Pilkada yang bergulir di parlemen cacat.

“Sudahlah, itu semua akal-akalan. Akal-akalan,” ujar Masinton Pasaribu tentang RUU Pilkada.

Dia menyebutkan, RUU Pilkada itu secara prosedur cacat, secara substansi materi juga cacat. “Jadi, tidak memenuhi syarat,” ujar Masinton Pasaribu di Jakarta, Kamis 22 Agustus 2024.

Masinton menyatakan bahwa Fraksi PDIP tidak diinfokan ketika akan dilakukan Rapat Badan Musyawarah (Bamus) DPR untuk menentukan jadwal pembahasan RUU Pilkada.

“Ketika di Bamus, Badan Musyawarah, PDIP tidak diinfokan. Diinfokannya setelah rapat akan selesai," ungkapnya.

Selain itu, Masinton menambahkan daftar inventaris masalah (DIM) saat pembahasan Rapat Panitia Kerja (Panja) RUU Pilkada juga merupakan DIM versi lama.

"Kedua, daftar isian masalah yang diisi oleh pemerintah itu masih daftar isian masalah yang lama Januari 2024 lalu, ketika presiden mengirimkan Surat Presiden ke DPR dengan daftar isian masalah dari pemerintah yang lama, belum ada perubahan," tuturnya.

Menurut Masinton, materi muatan RUU Pilkada cacat karena mengubah putusan yang telah dikeluarkan Mahkamah Konstitusi.

"Maka ketika kemarin dibahas, ya itu cacat dan secara substansi materi mengubah dari yang diputuskan oleh MK," katanya.

Pada Rabu (21/8), Badan Legislasi DPR RI dan pemerintah menyetujui untuk melanjutkan pembahasan Rancangan Undang-Undang tentang Perubahan Keempat atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 (RUU Pilkada) pada Rapat Paripurna DPR terdekat.

Kesepakatan itu diambil setelah delapan fraksi di Baleg DPR RI menyatakan setuju terhadap pembahasan lebih lanjut RUU Pilkada. Delapan fraksi itu, yakni Fraksi Partai Gerindra, Fraksi Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi PKS, Fraksi NasDem, Fraksi PAN, Fraksi PKB, dan Fraksi PPP.

Sementara itu, satu fraksi, yakni Fraksi PDI Perjuangan menolak pembahasan RUU Pilkada untuk diundangkan. (*)


Editor : Zulfirman