Sukajaya Melawan Tolak Perpanjangan SHGB PT PMC, Warga Ontrog Kantor Bupati Bogor

Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Sukajaya Melawan mengontrog Kantor Bupati Bogor di Cibinong.

Sukajaya Melawan Tolak Perpanjangan SHGB PT PMC, Warga Ontrog Kantor Bupati Bogor
Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Sukajaya Melawan mengontrog Kantor Bupati Bogor di Cibinong, Rabu (17/6/2026). (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Ratusan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Sukajaya Melawan mengontrog Kantor Bupati Bogor di Cibinong.

Mereka meminta Bupati Bogor Rudy Susmanto selaku Ketua Tim Gugus Tugas Reformasi Agraria (GTRA) Kabupaten Bogor menolak perpanjangan SHGB nomor 2 Tahun 1997 yang akan habis masa berlakunya pasa Tahun 2027 mendatang.

Hal itu karena SHGB Nomor 2/1997 digadaikan ke salah satu bank swasta, lalu PT PMC juga tidak menguasai dan mengelola lahannya.

"Kami meminta Bupati Bogor Rudy Susmanto menolak perpanjangan maupun over alih SHGB milik PT PMC, karena lahannya terlantar dan sertifikatnya telah digadai di salah satu bank swasta," kata Agus pendamping Aliansi Masyarakat dan Mahasiswa Sukajaya Melawan kepada wartawan, Selasa (17/6/2026).

Agus menambahkan, masyarakat Desa Sukajaya, Tamansari meminta lahan pertaniannya seluas 20 hektare dikeluarkan dari SHGB nomor 2 Tahun 1997.

"Kami menolak relokasi dan ganti rugi, dan hanya meminta lahan pertanian dan instalasi Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) dikeluarkan dari SHGB nomor 2 Tahun 1997," tambah Agus.

Warga Desa Sukajaya, dituturkannya juga menolak rencana pembangunan perumahan di kaki Gunung Salak tersebut.

Hal itu, karena masyarakat khawatir terjadi kerusakan alam, hingga mempengaruhi debit air di sumber air Ciburial yang dimiliki Perumda Air Minum Tirta Kahuripan.

"Sudah beberapa kali, bencana banjir terjadi di Kecamatan Tamansari yang diduga akibat alih fungsi lahan, termasuk penebangan pohon di wilayah hulu Tamansari. Oleh karena itu, kami menolak dibangunnya perumahan di Desa Sukajaya, Tamansari,"  tuturnya. 


Editor : Doni Ramdhani