Sumedang Kembangkan Budidaya Bawang Putih
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang Tono Suhartono menyebut budi daya bawang putih memiliki potensi untuk dikembangkan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang Tono Suhartono menyebut budi daya bawang putih memiliki potensi untuk dikembangkan.
Peluang tersebut usai perlakuan uji coba penanaman di lahan seluas satu hektare. Tono mengatakan, proyek percontohan tersebut menjadi langkah awal untuk melihat kesesuaian budi daya bawang putih dengan kondisi di Sumedang.
"Kita piloting project satu hektare dulu karena penanaman bawang putih di Sumedang merupakan hal yang baru. Nanti tenaga ahli kita libatkan, biar bisa kontinuitas pengembangan produksinya. kita akan terus bantu untuk tahun depan," katanya dikutip dari Antara, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, wilayah penanaman berada pada ketinggian sekitar 1.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang masih berada dalam kisaran ketinggian 1.000-1.400 mdpl yang dinilai sesuai untuk pertumbuhan bawang putih.
Terlebih data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumedang menyebut wilayah dengan ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) di daerah tersebut mencapai sekitar 17.464,78 hektare.
Kondisi geografis itu menjadi salah satu potensi yang dapat mendukung pengembangan komoditas hortikultura dataran tinggi, termasuk bawang putih.
Sejumlah wilayah Sumedang memiliki kawasan dengan ketinggian lebih dari 1.000 mdpl, antara lain Kecamatan Sukasari, Cimanggung, Cibugel, Rancakalong, Pamulihan, Sumedang Selatan, Situraja, Darmaraja dan Wado.
Tono menjelaskan, potensi hasil budidaya sangat bergantung pada perawatan dengan produktivitas dapat mencapai 15-20 ton per hektare dengan perawatan optimal, sedangkan pada perawatan biasa berada pada kisaran 7-10 ton per hektare.
"Kalau perawatannya bagus, prestasinya kita antara 15-20 ton per hektare. Kalau biasa-biasa saja itu kisaran 7-10 ton," katanya.
Dia menilai pengembangan bawang putih menjadi tantangan baru bagi petani Sumedang karena komoditas tersebut belum umum dibudidayakan di daerah itu.
Namun, apabila hasil uji coba menunjukkan hasil yang baik, pihaknya akan mendorong perluasan areal tanam secara bertahap hingga minimal lima hektare.
Editor : Doni Ramdhani

