Survei Menunjukkan Kini Pamor PDIP Meningkat di Kabupaten dan Kota Bogor

Pamor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) naik ke peringkat dua baik di Kabupaten maupun Kota Bogor.

Survei Menunjukkan Kini Pamor PDIP Meningkat di Kabupaten dan Kota Bogor
Yusfitriadi menuturkan, hasil survei di Kabupaten Bogor menunjukkan tingkat popularitas di Kabupaten Bogor Partai Gerindra berada di angka 23,75 persen, PDIP 7,81 persen, dan Partai Golkar 7,75 persen. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - Pamor Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) naik ke peringkat dua baik di Kabupaten maupun Kota Bogor.

Padahal, masyarakat Kabupaten maupun Kota Bogor bukanlah basis suara PDIP. Partai berlambang benteng moncong putih itu sudah lama tidak memenangi Pilkada bahkan Pilpres di dua wilayah bersaudara tersebut.

Ihwal naiknya pamor PDIP, pengamat politik Yusfitriadi menjelaskan hal itu terkait sejumlah isu internasional dan nasional seperti isu alih dukungan Indonesia ke Israel, makan bergizi gratis (MBG) dan lainnya.

"Di tengah isu internasional dan nasional yang kurang berpihak ke pemerintah, ternyata membuat pamor PDIP di hati masyarakat Kabupaten dan Kota Bogor meningkat ke nomor dua," kata Yusfitriadi, Kamis 26 Februari 2026.

Yusfitriadi menuturkan, hasil survei di Kabupaten Bogor menunjukkan tingkat popularitas di Kabupaten Bogor Partai Gerindra berada di angka 23,75 persen, PDIP 7,81 persen, dan Partai Golkar 7,75 persen.

Sementara, sesuai hasil survei di Kota Bogor, tingkat popularitas Partai Gerindra berada di angka 14,12 persen yang disusul PDIP 7,88 persen dan PKS 7,50 persen.

"Fenomena ini menarik, pamor PDIP yang merupakan satu-satunya partai politik oposisi pemerintah meningkat, mereka harus bisa mempertahankan trend ini hingga 2029 mendatang," tuturnya.

Selain isu politik internasional dan MBG, masyarakat Kabupaten maupun Kota Bogor cenderung tidak puas ke pemerintah, karena tidak ada perubahan di bidang ekonomi, jumlah lowongan kerja yang tidak sesuai janji-janji politik.

"Merosotnya ekonomi, banyaknya PHK (pemutusan hubungan kerja) dan jumlah lowongan kerja yang tidak sesuai janji-janji politik juga ikut menaikkan pamor atau elaktabitas PDIP karena mereka satu-satunya partai politik yang beroposisi dengan pemerintah," tukasnya. 


Editor : Doni Ramdhani