Surya Paloh Tak Nyaman Prabowo di Kabinet Jokowi ?
Langkah Ketum Partai NasDem Surya Paloh menemui Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, dinilai karena Paloh tak nyaman dengan keberadaan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf sehingga membutuhkan langkah politik baru.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Jakarta - Langkah Ketum Partai NasDem Surya Paloh menemui Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, dinilai karena Paloh tak nyaman dengan keberadaan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dalam kabinet Jokowi-Ma'ruf sehingga membutuhkan langkah politik baru.
Hal tersebut diprediksi oleh Ketua Umum Perjuangan Rakyat Nusantara (Pernusa) KP. Norman Hadinegoro. Sebab, ini hubungan politik Gerindra-PDIP membaik dan berpotensi terus berlangsung hingga Pilpres 2024 mendatang. Kemudian Prabowo diprediksi bakal kembali mencalonkan diri dan didukung oleh PDIP.
"Jadi untuk antisipasi Surya Paloh mulai mencari-cari jalan keluar. Kadang politik itu bak sinetron hari ini mesra, episode berikut ngambek dan marahan," kata Norman, kepada INILAHCOM, Kamis (31/10/2019).
NasDem diprediksi berjalannya waktu bakal keluar dari koalisi. Lalu Presiden Jokowi juga kedepan bakal NasDem yang menjadi menteri pun terkena reshuffle.
"Jadi analisinya seperti itu. Prediksi NasDem ditengah jalan bakal keluar dari koalisi. Surya Paloh juga akan mempersiapkan siapa yang didukung untuk Pilpres 2024 nanti," ucapnya.
Diketahui Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sohibul Iman, melakukan pertemuan pada Rabu (30/10/2019).
Dalam kesempatan itu, Paloh menyatakan tak menutup kemungkinan Partai NasDem bakal berbeda sikap dengan pemerintah.
Saat ini NasDem masih berada di barisan pemerintah, sementara PKS mengambil sikap oposisi. [Inilahcom]
Editor : Bsafaat

