Syirik Tanpa Sadar, Hati-hati Ini 6 Penyebabnya!
PESAN penting bagi siapapun yang sedang mengevaluasi keimanannya kepada Allah Ta'ala. Jangan sampai, kita tanpa sadar membuat tuhan tandingan selain Allah Ta'ala.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
PESAN penting bagi siapapun yang sedang mengevaluasi keimanannya kepada Allah Ta'ala. Jangan sampai, kita tanpa sadar membuat tuhan tandingan selain Allah Ta'ala.
Ustaz Abu Khaila menyampaikan satu ayat yang menurutnya bisa menjadi renungan bagi siapapun agar tidak 'menduakan' Allah Ta'ala dengan hal apapun:
"Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik." (Al Isra: 32)
Ustaz Abu Khaila menjelaskan satu per satu dari faktor penyebab yang membuat manusia tanpa sadar telah membuat tuhan tandingan selain Allah berdasarkan ayat di atas:
Pertama, Kecintaan terhadap Wanita. Dalam hal ini, kata Ustaz, adalah pasangan-pasangan hidup. Misal, seseorang lebih mencintai istri atau suaminya daripada Allah Ta'ala. Lebih mendahulukan pasangannya ketimbang panggilan atau seruan Allah.
Lalu kedua, lanjut Ustaz, banyak orang-orang yang lalai beribadah karena anak-anak mereka. Untuk hal ini, Allah memberikan peringatan melalui firmannya dalam ayat yang lainnya berikut ini:
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka. (At-Taghâbun:14)
Pada ayat berikutnya, Allâh Azza wa Jalla mengingatkan kembali bahwa anak-anak bisa menjadi sumber fitnah. Allâh Azza wa Jalla berfirman:
Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu); di sisi Allâh pahala yang besar. (At-Taghâbun:15)
Dalam ayat ini, Allâh Azza wa Jalla menasehati para hamba-Nya agar jangan sampai rasa cinta ini mendorong orang tua untuk memenuhi keinginan-keinginan anak yang mengandung larangan syariat.
Imam Ibnu Katsîr rahimahullah menyebutkan bahwa bentuk ‘permusuhan’ anak terhadap orang tua adalah menjadikan orang tua lalai untuk beramal shaleh. Hal ini senada dengan makna firman Allâh Azza wa Jalla berikut:
Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allâh. Barang siapa yang membuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang merugi. (Al-Munâfiqûn:9)
Yang Ketiga, Ustaz mewanti-wanti siapapun yang memiliki harta bertumpuk dan berlebihan mencintai hartanya itu. Harta itu bisa melalaikan siapapun untuk beribadah kepada Allah Ta'ala. Harta bisa memalingkah hati siapapun dari Allah. Bahkan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebut harta sebagai sumber fitnah yang begitu berbahaya.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Salam bersabda: “Sesungguhnya setiap ummat itu memiliki fitnah dan fitnah ummatku adalah harta.” (HR Tirmidzi no 2258)
Yang Keempat adalah kuda pilihan. Menurut Ustaz gambaran untuk zaman saat ini adalah kendaraan. Artinya, kuda pilihan itu adalah kendaraan.
"Berapa banyak orang-orang yang dulu belum punya kendaraan rajin ke mesjid, rajin ibadahnya. Ketika sudah punya kendaraan kok sandalnya sudah hilang dari masjid dalam artian sudah jarang ke mesjid," ungkap Ustaz.
Faktor kelima adalah hewan ternak yang diartikan sebagai jabatan dalam suatu perusahaan. Menurut Ustaz banyak orang-orang yang sedang asyik bekerja mengacuhkan kumandang azan. "Ah tenang, masih lama baru juga azan, ditunda" Ustaz mengilustrasikan.
Tetapi, kata Ustaz, tatkala ponsel berdering dan ternyata bosnya yang memerintahkan untuk datang ke ruangannya maka langsung dipatuhi tanpa ditunda-tunda. "Mereka lebih mencintai pekerjaan mereka daripada Allah," ungkap Ustaz.
Faktor terakhir atau keenam adalah sawah dan ladang yang diartikan sebagai bisnis atau usaha yang dimiliki seseorang.
"Enam hal itulah yang Allah katakan itulah kesenangan hidup di dunia. Dan Allah dalam alquran surat kedua ayat 165 mengatakan diantara manusia ada yang menjadikan tuhan tandingan selain Allah. Allah pertegas, mereka mencintai tuhan tandingan ini seperti mencintai Allah, bahkan banyak juga orang-orang yang lebih mencintainya daripada Allah," tandas Ustaz. (Umma)
Editor : Bsafaat

