Tahun Depan, Bayi Baru Lahir Bisa Daftar Haji
Mulai tahun depan bayi baru lahir sudah dapat didaftarkan untuk melangsungkan ibadah haji. Mengingat saat ini rata-rata masyarakat di Indonesia khususnya di Jawa Barat harus menunggu 18 hingga 20 tahun untuk dapat melangsungkan rukun Islam kelima tersebut.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung,- Mulai tahun depan bayi baru lahir sudah dapat didaftarkan untuk melangsungkan ibadah haji. Mengingat saat ini rata-rata masyarakat di Indonesia khususnya di Jawa Barat harus menunggu 18 hingga 20 tahun untuk dapat melangsungkan rukun Islam kelima tersebut.
Kabid Haji Kementerian Agama (Kemenag) Jabar, Ajam Mustajam mengatakan, saat ini masa tunggu atau waiting list ibadah haji memang memakan waktu yang lama. "Massa tunggu di 27 kabupaten/kota di Jabar sama, rata-rata 18 sampai 20 tahun," ujar Ajam Mustajam dalam acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate, Kamis (18/7).
Saat ini pendaftaran haji, khususnya di Jabar baru dapat dilakukan dengan batas minimal usia 12 tahun. Karena itu Kemenag mulai tahun depan bakal membuat aturan baru, mengingat lamanya dan waiting list tersebut."Tahun yang akan datang aturannya kami ubah. Begitu lahir, mereka bisa langsung daftar haji melihat daftar tunggu yang sangat lama ini," katanya.
Dia katakan, jumlah kuota jamaah haji asal Jabar sebanyak 39.513 jamaah. Jamaah haji yang sudah diberangkatkan, tahun ini hanya 38 kloter atau sebanyak 15.408 orang yang sudah berangkat.
Setiap jamaah haji, kata dia, akan mendapatkan hak pelayanan, perlindungan, akomodasi, bimbingan manasik haji, pembinaan ketua rombongan, ketua regu dan lainnya. Semua akomodasi jamaah, ditanggung oleh pemerintah. Temasuk, transportasi dari tanah air ke Arab Saudi.
Seluruh jamaah haji, kata dia, mendapatkan konsumsi selama di Mekah dan Madinah. Kecuali, 2 hari sebelum Armina (Arafah Mina) dan 2 hari setelah Armina."Kami tak bisa menyiapkan konsumsi karena memang di hari itu tak ada satu pun penyedia catering yang siap 2 hari sebelum dan setelah Mina," katanya.
Dia katakan, untuk tahun ini jamaah haji asal Jabar ditempatkan di satu wilayah di Misfalah. Nantinya, ada petugas Eselon I dan koordinator petugas dari Jabar yang akan mengawal jamaah.
"Pemerintah pun tak melihat jarak, semua jamaah dilayani oleh bus shalawat," katanya.
Selain itu, dia lanjutkan,Kemenag Jabar memiliki 8 inovasi. Di antaranya, fast track, penomoran tenda di Arofah dan mina, sistem laporan haji terpadu dan lainnya.
Di tempat yang sama, Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, jamah haji asal Jabar paling banyak berasal dari Bekasi sebanyak 2.781 orang. Sedangkan yang paling sedikit adalah Banjar sebanyak 178 orang.
Sedangkan daerah lainnya, kata dia, jumlahnya hampir merata. Kuota kabupaten/kota sendiri, disesuaikan dengan jumlah penduduk kabupaten/kota tersebut. Uu bersyukur tahun ini diiberikan mandat oleh Gubenur Jawa Barat Ridwan Kamil sebagai Amirul Hajj Provisi Jabar. Dia berharap, semua prosesnya bisa berjalan dengan lancar.
"Saya rencananya pada 17 Agustus nanti akan menggelar upacara bendera di Misfalah Arab Saudi kan masyarakat Jabar bersatu disana," katanya. (rianto nurdiansyah)
Editor : Ghiok Riswoto

