Tak Ada Jimmy Hantu, Pembentukan Rumah Ceting di Leuwiliang dan Sukamakmur Murni Gunakan APBD
Tidak punya sosok pengusaha baik hati seperti Jimmy Hantu, pembentukan rumah cegah stunting (Rumah Ceting) di Kecamatan Leuwiliang dan Sukamakmur akhirnya murni menggunakan APBD.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Tidak punya sosok pengusaha baik hati seperti Jimmy Hantu, pembentukan rumah cegah stunting (Rumah Ceting) di Kecamatan Leuwiliang dan Sukamakmur akhirnya murni menggunakan APBD.
"Pembentukan Rumah Ceting di Kecamatan Leuwiliang dan Sukamakmur itu menggunakan APBD, belum ada lagi sosok seperti Jimmy Hantu (yang membiayai penuh Rumah Ceting di Kecamatan Tamansari)," kata Penjabat Bupati Bogor Bachril Bakri kepada wartawan, Minggu 15 Desember 2024.
Pembentukan Rumah Ceting tersebut bahkan dipuji Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Wihaji.
"Pembangunan atau pembentukan Rumah Ceting ini diapresiasi dan diutarakan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Wihaji, bahwa Rumah Ceting layak ditiru oleh daerah lainnya," sambung Bachril Bakri.
Bachril Bakri menjelaskan dengan adanya Rumah Ceting, Pemkab Bogor berhasil menurunkan angka bayi stunting sebesar 57,4 persen.
"Lami tak hanya fokus pada pengentasan bayi stunting, tetapi juga menangani ibu hamil kurang energi kronis (KEK) sebagai bagian pencegahan terjadinya bayu stunting," jelasnya.
Ia menuturkan, bahwa Pemkab Bogor menugaskan 202 tenaga kesehatan di kecamatan-kecamatan untuk menangani bayi stuntung dan ibu hamil KEK.
“Ada 202 Nakes Puskesmas peduli dtunting yang akan menangani bayi stunting dan ibu hamil KEK, di beberapa kecamatan yang angka bayi stuntingnya terbilang tinggi," tuturnya.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, angka bayi stunting di Kabupaten Bogor sempat mencapai 27,6 persen dan jauh dibawah rata-rata nasional yang berada di angka 13 persen dan berada di peringkat kedua terbanyak di Provinsi Jawa Barat.
Editor : Doni Ramdhani

