Tak ada Korban Jiwa, Sebuah Pabrik Resleting di Padalarang Merugi hingga Ratusan Juta Akibat Kebakaran

Kebakaran melanda sebuah pabrik resleting PT Hero Top Zipper di Kampung Cikuray, RT 04/14, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Tak ada Korban Jiwa, Sebuah Pabrik Resleting di Padalarang Merugi hingga Ratusan Juta Akibat Kebakaran
Kendati tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun perusahaan pabrik resleting di Padalarang itu ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp250 juta. (istimewa)

INILAHKORAN, Ngamprah - kebakaran melanda sebuah pabrik resleting PT Hero Top Zipper di Kampung Cikuray, RT 04/14, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Kendati tak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut, namun perusahaan pabrik resleting di Padalarang itu ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp250 juta.

Pasalnya, area atau kawasan pabrik resleting yang terbakar di Padalarang mencapai 600 meter persegi dari total luas 20.000 meter persegi.

"Kejadian kebakarannya tadi malam sekitar setengah delapan malam," kata salah seorang warga sekitar, Herman (55), Selasa 22 Juli 2025.

Herman mengaku, dirinya mendengar teriakan dari dalam pabrik. Tidak berselang lama, kobaran api mulai terlihat di kegelapan malam dan terus membesar. 

Tak berselang lama, sambung Herman, tiga unit mobil pemadam kebakaran dari KBB datang dan masuk ke lokasi pabrik. Petugas damkar kemudian berupaya mematikan api yang sudah membesar di sekitar ruang produksi. 

"Warga banyak yang datang dan arus lalu lintas di sekitar sini sempat macet," ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan KBB Siti Aminah Anshoriah memastikan api berhasil dipadamkan sekitar dua jam kemudian dan dilanjutkan dengan proses pendinginan. 

Kendati demikian, untuk penyebab pasti kebakaran pihaknya masih belum bisa memastikan dan masih melakukan penyelidikan bersama dengan aparat kepolisian. 

"Korban jiwa tidak ada karena aktivitas pabrik sudah selesai, hanya kerugian materi sekitar Rp250 juta. Api juga tidak sampai merembet ke rumah warga yang ada di belakang pabrik karena cepat ditangani," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani