Gudang Rongsok di Parongpong Bandung Barat Ludes Terbakar

Sebuah gudang rongsokan di Parongpong KBB ludes terbakar api

Gudang Rongsok di Parongpong Bandung Barat Ludes Terbakar
Petugas Damkar saat melakukan pendinginan di lokasi kebakaran gudang rongsong Parongpong, KBB, Rabu (29/7/2028). Agus Satia

INILAHKORAN.ID – Sebuah gudang penyimpanan barang rongsok di Kampung Panyairan RT03/02, Desa Cigugur Girang, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ludes dilalap api, Rabu (29/7/2026) siang. 

Kepala Dinas Pemadam kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) KBB, Siti Aminah Anshoriah menjelaskan, laporan kejadian masuk dari pelapor Yeti Sumiati pada pukul 14.06 WIB. 

Hanya berselang enam menit, tepatnya pukul 14.12 WIB, pasukan Regu 01 Pos Sektor Parongpong sudah tiba di lokasi yang berjarak sekitar dua kilometer dari pos pemadam. 

"Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan proses pemadaman, pendinginan, hingga pendataan kerusakan. Penanganan tuntas berlangsung hingga pukul 15.30 WIB," kata Siti.

Siti menyebut, objek yang hangus terbakar adalah gudang rongsok milik pelapor dengan luas area terdampak sekitar 40 meter persegi. 

Ia menuturkan, posisi bangunan dinilai sangat berisiko karena diapit langsung oleh rumah warga di sisi kiri dan belakang, kebun bunga di sebelah kanan, serta jalan desa di bagian depan. 

"Pengerahan kekuatan dilakukan secara maksimal dengan tiga armada kendaraan, satu unit Fire Truck berkapasitas 1.000 liter, satu unit mobil water supply, serta dukungan satu unit Fire Truck dari Pos Sektor Lembang," sebutnya.

Hingga saat ini, Siti menyebut, pihaknya belum bisa memastikan penyebab pasti kebakaran serta nilai kerugian materiil. Menurutnya, semuanya masih dalam tahap penyelidikan mendalam aparat kepolisian.

Pihaknya juga mengimbau seluruh masyarakat meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi percikan api. 

"Masyarakat diharapkan segera melaporkan setiap indikasi kebakaran ke jalur resmi agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum meluas dan menimbulkan dampak yang lebih fatal," pungkasnya. 


Editor : Ahmad Sayuti