Tak Cuma Jaringan Internet, Kepala Diskominfotik Ungkap Kebutuhan Sarana dan Prasarana Gedung Baru DPRD KBB
Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal melakukan asesmen sebelum melakukan instalasi jaringan internet di gedung baru DPRD KBB.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal melakukan asesmen sebelum melakukan instalasi jaringan internet di gedung baru DPRD KBB.
Pasalnya, berdasarkan monitoring yang dilakukan Kepala Diskominfotik KBB, Yoppie Indrawan dan jajarannya menemukan sejumlah ruangan di gedung baru DPRD yang akses poinnya tidak dapat dipisah. Terutama, di ruang rapat komisi dan fraksi.
"Kami diminta oleh Komisi III DPRD KBB untuk memastikan jaringan internet tidak ada masalah nantinya," kata Kepala Diskominfotik KBB, Yoppie Indrawan saat ditemui.
Yoppie menjelaskan, pihaknya sudah melakukan survei mulai dari lantai 1 hingga lantai 5. Di situ ada beberapa ruangan dan hole juga yang sepertinya harus dilakukan asesmen terlebih dahulu.
"Karena untuk aksesnya sudah ada menempel di dinding, cuma kita harus pastikan bahwa itu bisa digunakan," jelasnya.
"Karena ada beberapa kejadian juga gedung baru, ada panel tapi tidak ada kabel maupun akses, sehingga menjadi penghambat," sambungnya.
Yoppie mengaku, dirinya sudah menyampaikan kepada Ketua Komisi III DPRD KBB bahwa pihaknya perlu melakukan asesmen terlebih dahulu.
"Nah untuk perhitungan internet secara perhitungan kasat ini kebutuhannya sekitar 400-600 Mbps dedicated. Jadi ada beberapa ruangan yang akses poinnya tidak bisa dipisah-pisah. Terutama, di ruangan rapat komisi maupun fraksi," paparnya.
"Termasuk di ruang rapat masing-masing dewan, saya rasa harus tersendiri akses poinnya," imbuhnya.
Yoppie berujar, tujuan asesmen tersebut dilakukan bukan hanya melihat kebutuhan saja, melainkan harus dilakukan penghitungan sarana dan prasarana pendukung.
"Contoh akses poin, kita perlunya berapa?, routernya berapa?, panel-panel yang dibutuhkan sebagai syarat pendukungnya berapa?.Termasuk kita koordinasi dengan PUTR untuk jaringan mungkin saja, apakah di sebelah kiri jalan ataukah kanan jalan untuk kabel induknya," paparnya.
"Kalau di sebelah kanan jalan kita harus berkoordinasi dengan PUTR agar bersama-sama agar tidak dilakukan pembongkaran," sambungnya.
Maka dari itu, Yoppie menegaskan, hadirnya Diskominfotik ini untuk memastikan jaringan saat gedung ini nanti dipergunakan tidak ada masalah, termasuk sarana dan prasarananya.
"Tapi ini perlu didiskusikan kembali terkait sarana dan prasarana pendukungnya, ingin ada layar misalnya. Apakah berupa videotron ini dianggarkan di PUTR, Diskominfotik atau di Setwan," ujarnya.
Secara prinsip, sambung Yoppie, pihaknya siap untuk memenuhi sarana dan prasarana yang nanti bisa dipakai sebagai penunjang para anggota dewan selama pihaknya masih dipercaya untuk melaksanakan.
Ditanya apakah anggaran untuk pemasangan jaringan internet sudah mencakup anggaran Rp10,5 miliar untuk empat item yang bakal dikerjakan PUTR, Yoppie menjelaskan, anggaran untuk jaringan, sarana dan prasarana penunjang itu terpisah dari anggaran Rp10,5 miliar.
"Kita akan asesmen dulu dengan anggaran tersendiri karena terus terang waktu 2024 kemarin kita sudah menganggarkan untuk jaringan internet di gedung dewan baru juga tidak terpakai," jelasnya.
Sekarang, sambung Yoppie, sesuai dengan arahan Ketua Komisi III pada Agustus 2025 gedung baru DPRD KBB harus sudah bisa ditempati minimal oleh Setwan.
"Mudah-mudahan asesmen dengan proses instalasinya tidak memakan waktu terlalu lama," katanya.
Kendati demikian, lantaran anggarannya belum tersedia asesmen tersebut belum bisa dilaksanakan. Menurutnya, kemungkinan adanya anggaran tersebut pada bulan Maret atau di perubahan.
Namun, dianggaran parsial juga memungkinkan asesmen dilakukan.
"Pokoknya sekitar bulan Maret-April kalau ketersediaan anggarannya ada Mei-Juni sudah selesai. Jadi sebelum Agustus 2025, kami pastikan sudah ada internetnya," tandasnya.
Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys mengatakan, pihaknya bakal menyiapkan anggaran terpisah dari Rp10,5 miliar yang dialokasikan untuk instalasi jaringan internet, serta sarana dan prasarananya.
"Kan gedung baru DPRD KBB belum ada jaringan internet dan ini harus dibenahi juga bersama Diskominfotik," kata Pither.
Sebagai tanggung jawab Komisi III, sambung Pither, pihaknya bakal berkomunikasi dengan Pj Bupati Bandung Barat untuk menganggarkan agar semuanya bisa berjalan dengan baik.
"Paling tidak lantai 1 sudah bisa dipasang internet dan harapan kami bulan Agustus 2025 sudah bisa menunjukan kepada masyarakat bahwa kami siap menempati gedung yang sudah dianggarkan dan dibangun oleh warga KBB," ujarnya.
"Oleh karena itu kami mendorong dan mengajak seluruh masyarakat untuk mengawasi pembangunan gedung baru ini karena gedung baru DPRD KBB ini yang termegah se-Provinsi Jawa Barat," sambungnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

