Jangan Asal Percaya Informasi Kesehatan di Internet, Begini Cara Menilai dengan Benar
Arus informasi di jagat internet kini tak terbendung. Informasi hampir segala aspek kehidupan bisa dengan mudah didapat. Tak tekecuali isu seputar kesehatan,
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Masifnya arus informasi di jagat internet kini tak terbendung. informasi hampir segala aspek kehidupan bisa dengan mudah didapat. Tak tekecuali isu seputar kesehatan yang mendapat sorotan lebih para pengguna internet.
Dilansir dari The Conversation, banyaknya informasi kesehatan di internet membuat masyarakat semakin mudah mencari jawaban terkait penyakit atau pengobatan. Namun, tidak semua informasi tersebut didukung bukti ilmiah yang kuat sehingga penting untuk mengetahui cara memilahnya.
Seorang ahli statistik menyarankan masyarakat memulai dengan memastikan pertanyaan yang ingin dicari jawabannya sudah jelas, misalnya jenis pengobatan, manfaat yang diharapkan, siapa yang akan menjalani pengobatan, serta jangka waktu yang ingin diketahui. Langkah ini membantu menemukan penelitian yang benar-benar relevan.
Selanjutnya, utamakan mencari tinjauan sistematis (systematic review) atau meta analisis karena jenis penelitian ini merangkum hasil dari banyak studi sehingga dinilai lebih kuat dibandingkan satu penelitian saja. Jika belum tersedia, bukti dari uji klinis acak dapat menjadi pilihan berikutnya, sementara penelitian observasional maupun penelitian pada hewan sebaiknya dipahami sebagai bukti awal yang masih memerlukan penelitian lanjutan.
Peneliti juga mengingatkan agar masyarakat tidak langsung percaya pada testimoni di media sosial atau forum kesehatan. Pengalaman seseorang belum tentu berlaku bagi orang lain karena kondisi kesehatan setiap individu berbeda. Selain itu, penting memeriksa apakah penelitian didanai oleh pihak yang memiliki kepentingan tertentu dan membandingkannya dengan sumber ilmiah lain yang terpercaya.
Menurut peneliti, melakukan riset sendiri merupakan langkah yang baik selama tetap kritis dalam menilai bukti yang tersedia. informasi dari internet sebaiknya digunakan untuk menambah pemahaman, bukan menggantikan diagnosis maupun saran dari dokter atau tenaga kesehatan.
Editor : Doni Ramdhani


