SPMB 2026 SMKN 1 Bandung Kondusif di Tengah Lonjakan Pendaftar, Informasi Jadi Kunci
Tingginya minat masyarakat untuk masuk SMKN 1 Bandung pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, tidak lantas memicu persoalan berarti.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Tingginya minat masyarakat untuk masuk SMKN 1 Bandung pada Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026, tidak lantas memicu persoalan berarti.
Di tengah membeludaknya jumlah pendaftar dan tantangan teknis pada sistem daring, sekolah mampu menjaga seluruh tahapan penerimaan tetap berjalan kondusif melalui penguatan layanan informasi dan pendampingan kepada calon murid maupun orang tua.
Data sekolah mencatat, sebanyak 1.141 calon murid mendaftar melalui pilihan pertama. Selain itu, sekitar 800 calon murid lainnya menempatkan SMKN 1 Bandung sebagai pilihan kedua dan ketiga.
Kepala SMKN 1 Bandung Lilis Yuyun mengatakan, pelaksanaan SPMB 2026 secara umum berlangsung baik dan sesuai ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
“Berjalan dengan baik dan kondusif. Untuk SPMB tahap 1, permasalahan hanya belum paham tentang jalur dan kuota yang tersedia,” kata Lilis dalam keterangan tertulisnya kepada INILAHKORAN.ID, Minggu (21/6/2026).
Dia mengungkapkan, sebagian besar pertanyaan yang muncul berasal dari ketidaktahuan masyarakat mengenai mekanisme kuota yang ditampilkan dalam sistem pendaftaran. Banyak orang tua menganggap kuota yang muncul, merupakan keseluruhan daya tampung sekolah, padahal kuota tersebut merupakan sisa kuota yang belum terpenuhi pada tahap Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB).
“Dalam sistem, kuota yang muncul adalah kuota yang tidak terpenuhi di PCMB, orang tua kebanyakan masih belum paham akan hal tersebut,” ujarnya.
Namun, potensi kebingungan itu berhasil diantisipasi melalui layanan konsultasi dan pendampingan yang disiapkan sekolah selama proses penerimaan berlangsung. Langkah tersebut membuat berbagai pertanyaan masyarakat dapat diselesaikan, tanpa mengganggu jalannya tahapan SPMB.
“Sehingga tidak menjadi kendala yang berarti,” ungkapnya.
Meski pelaksanaan di tingkat sekolah berjalan lancar, tantangan tetap muncul dari aspek teknis. Kestabilan server dinilainya dapat menjadi catatan, agar pelaksanaan SPMB ke depan lebih baik.
Pada tahun ajaran 2026/2027, SMKN 1 Bandung menyediakan total daya tampung sebanyak 468 siswa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 407 kursi telah terisi melalui jalur PCMB dan SPMB tahap 1, sedangkan 61 kursi lainnya menjadi kuota yang masih tersedia untuk tahap 2.
Lilis berharap, pelaksanaan SPMB 2026 dapat terus berjalan sesuai petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang berlaku, termasuk berbagai penyempurnaan kebijakan yang dilakukan selama proses berlangsung.
“Kami (juga) berharap, seluruh calon murid mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan sesuai minat dan kemampuannya,” katanya.
Lebih jauh, SMKN 1 Bandung menargetkan peserta didik yang diterima tidak hanya unggul dari sisi akademik, tetapi juga memiliki karakter dan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
“Selain itu, kami berharap calon murid yang nantinya diterima di SMKN 1 Bandung merupakan generasi yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik dan keterampilan, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, kreatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan lanjutan,” tandasnya.
Editor : Doni Ramdhani

