Diskominfo Kabupaten Bandung Bantah Server SPMB  Bermasalah

Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bandung Teguh Purwadi membantah jika server SPMB SMPN mengalami gangguan. 

Diskominfo Kabupaten Bandung Bantah Server SPMB  Bermasalah
Terhentinya layanan atau fitur pada menu verifikasi pendaftaran SPMB itu memang sedang dinonaktifkan. Penonaktifan dilakukan penyedia layanan karena adanya proses pengecekan teknis perhitungan penilaian. (dok)

INILAHKORAN.ID - Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kabupaten Bandung Teguh Purwadi membantah jika server SPMB SMPN mengalami gangguan. 

Dia menegaskan, terhentinya layanan atau fitur pada menu verifikasi pendaftaran SPMB itu memang sedang dinonaktifkan. Penonaktifan dilakukan penyedia layanan karena adanya proses pengecekan teknis perhitungan penilaian.

"Itu dari pukul 10.00-11.00 WIB menu verifikasi pendaftaran dinonaktifkan. Jadi bukan disebabkan gangguan atau error pada server aplikasi," kata Teguh, Senin (29/6/2026). 

Sebenarnya, kata Teguh, penonaktifan fitur tersebut telah diinformasikan kepada para operator SMP melalui grup WhatApps (WA). Mereka diharapkan dapat menyelesaikan dahulu pendaftarannya.

"Untuk proses verifikasi sendiri baru dapat dilakukan kembali mulai pukul 11.00 WIB," ujarnya. 

Sebelumnya diberitakan, pelaksanaan SPMB Tahap II di SMPN 1 Ciwidey, Kabupaten Bandung diwarnai gangguan serius pada Senin (29/6/2026). 

server yang sempat bermasalah itu membuat proses unggah berkas terhenti, sehingga pelayanan kepada calon peserta didik SMPN 1 Ciwidey tidak berjalan maksimal.

Gangguan tersebut memicu kepanikan para orang tua yang sejak pagi datang untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah favorit di wilayah Ciwidey itu.

Pantauan di lokasi menunjukkan pelayanan administrasi di sekolah sebenarnya berjalan normal. Kendala muncul saat operator mengunggah dokumen ke sistem SPMB. Berkas yang diunggah gagal terkirim karena sistem terus menampilkan tanda merah, sehingga proses pendaftaran tidak bisa dilanjutkan.

Operator SMPN 1 Ciwidey Atep Oop mewakili Kepala SMPN 1 Ciwidey Ahmad Rohman Somantri, mengatakan persoalan murni terjadi pada sistem server bukan pada pelayanan di sekolah.

"Secara teknis pelayanan di lapangan tidak ada masalah. Kendalanya di server. Saat mengunggah berkas muncul tanda merah dan tidak bisa dikirim, sehingga proses selanjutnya tidak dapat dilakukan," ujar Atep.

Akibat gangguan tersebut, hingga siang hari hanya lima calon siswa yang berhasil diinput ke dalam sistem.

Dia berharap Dinas Pendidikan dan Diskominfo Kabupaten Bandung segera melakukan perbaikan agar proses SPMB tidak semakin terganggu.

"Perbaikan server sangat mendesak karena pendaftaran berlangsung sampai Jumat. Orang tua sudah mengantre dan menunggu kepastian," katanya.

Ketua Panitia SPMB SMPN 1 Ciwidey Supargiana menjelaskan, pada Tahap II sekolah membuka penerimaan melalui jalur prestasi akademik, prestasi nonakademik, dan mutasi orang tua.

Menurutnya, masyarakat dapat mendaftar secara mandiri dari rumah, melalui operator sekolah asal, maupun datang langsung ke SMPN 1 Ciwidey. Namun, pihak sekolah lebih menyarankan calon pendaftar datang langsung agar proses validasi dokumen lebih mudah apabila terjadi kendala.

Untuk mengantisipasi kepadatan, jumlah pendaftar pada hari pertama dibatasi sekitar 30 orang. Kuota akan ditambah pada hari berikutnya.


Editor : Doni Ramdhani