Tak Ikut Protes SPMB, Alumni MTsN 3 Bogor 81 Persen Diterima di SMA - SMK Negeri

Anomali terjadi pada lulusan siswa - siswi MTsN 3 Bogor, pada Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri di Jawa Barat tahun 2026.

Tak Ikut Protes SPMB,  Alumni MTsN 3 Bogor 81 Persen Diterima di SMA - SMK Negeri
Anomali terjadi pada lulusan siswa - siswi MTsN 3 Bogor, pada Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri di Jawa Barat tahun 2026.

INILAHKORAN.ID - Anomali terjadi pada lulusan siswa - siswi MTsN 3 Bogor, pada Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA Negeri di Jawa Barat tahun 2026.

Jika dari sekolah lain, bahkan dari kabupaten maupun kota memicu gelombang protes dari orang tua murid, di Kantor DPRD dan Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, di Kota Bandung.

Orang tua siswa - siswi MTsN 3 Bogor tidak ikut - ikut memprotes, karena banyak dari anak - anaknya yang diterima di SMA maupun SMK Manusia Unggulan (Maung) maupun sekolah negeri lainnya.

Kisruh SMPB ini berawal dari tahapan Pemetaan Calon Murid Baru (PCMB) SMA - SMK Maung yang dinilai membingungkan dan minim sosialisasi. 

Masalah teknis pada aplikasi pendaftaran daring menyebabkan skor dan peringkat peserta berubah-ubah, sehingga para orang tua kesulitan mengetahui status kelulusan anak mereka hingga mereka pun melaporkan hal tersebut ke Onbudsman - RI Perwakilan Jawa Barat.

Kepsek MTsN 3 Bogor Miman Hilmansyah Misbah menuturkan di tahun pertama diberlakukannya, PCMB SMA - SMK Maung, dari 317 siswa, 104 siswa diantaranya diterima di SMA - SMK Maung, baik itu di SMAN 1 Kota Bogor, SMKN 3 Kota Bogor, SMAN 2 Cibinong dan SMKN 1 Cibinong.

Sementara 23 siswa diterima di SMAKBO Kota Bogor, 23 siswa diterima di SMA Taruna Nusantara, dan lainnya diterima di SMAN 3 Cibinong, SMAN 4 Cibinong, Madrasah Aliyah Negeri (MAN 1 Bogor), MAN 2  Bogor, MAN 13 Jakarta dan sekolah negeri lainnya hingga total 81 persen siswa - siswi MTsN 3 Bogor yang diterima di sekolah negerim

Sementara 19 persen lainnya, memilih melanjutkan pendidikannya ke pondok pesantren, maupun SMA dan SMK Swasta.

"Saya mengapresiasi orang tua siswa dan tim sukses sekolah lanjutan yang beranggotakan Guru Bimbingan Konseling, Wali Murid dan Guru Pendamping. Kami selalu berkomunikasi tentang potensi siswa untuk bersekolah di MAN, SMA dan SMK Negeri," tutur Miman Hilmansyah Misbah kepada wartawan, Minggu, (5/7/2026).

Miman Hilmansyah Misbah menambahkan, semenjak semester kedua, kelas IX, jajaran Guru Bimbingan Konseling dan Guru Pendamping, melakukan bimbingan di Tes Kemampuan Akademik(TKA).

"Tak hanya mengajarkan mata pelajaran TKA dan juga melaksanakan Try Out, kami mendampingi ketika anak melaksanakan test. Orang tua siswa, juga terus kami berikan sosialisasi baik tentang PCMB maupun SPMB, hingga banyak siswa - siswi kami yang diterima di sekolah negeri," tambahnya.

Selain jalur raport atau nilai akademik, banyak siswa - siswi MTsN 3 Bogor juga banyak yang diterima di sekolah negeri melalui jalur prestasi, sehingga sebelum PCMB dan SPMB, sudah diterima di MAN 1 Bogor dan lainnya.

Ia pun bersyukur, bahwa SPMB pada Tahun 2026 ini di Provinsi Jawa Barat dan diberlakukan TKA, kembali mengandalkan nilai raport akademik khususnya TKA dan prestasi ketimbang jalur zonasi atau domisili.

"Bagi kami, jalur domisili merugikan karena terjadi pemalsuan data kependudukan, dan anak yang tinggal di dekat sekolah negeri, jadi malas belajar. Kami juga terbantu dengan diberlakukannya TKA, hingga tahun ini, banyak siswa MTsN 3 Bogor, banyak yang diterima di MAN, SMA dan SMK Negeri," lanjutnya. ***


Editor : JakaPermana