Tak Cuma Jun, DTB Indonesia Ungkap Belasan Anak Pengidap Cerebral Palsy di Kecamatan Lembang

Ketua Komunitas Disabilitas Tanpa Batas (DTB) Indonesia, Corfied Margetan memastikan masih ada sejumlah anak yang mengidap Cerebral Palsy atau lumpuh otak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Bandung (KBB).

Tak Cuma Jun, DTB Indonesia Ungkap Belasan Anak Pengidap Cerebral Palsy di Kecamatan Lembang
Berdasarkan data yang dihimpun Komunitas DTB Indonesia, tercatat 15 anak yang mengidap kondisi Cerebral Palsy di Kecamatan Lembang, termasuk Jun Maulana (12) warga Kampung Langensari RT02/03, Desa Langensari, Kecamatan Lembang. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Ketua Komunitas Disabilitas Tanpa Batas (DTB) Indonesia, Corfied Margetan memastikan masih ada sejumlah anak yang mengidap Cerebral Palsy atau lumpuh otak di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Bandung (KBB).

Berdasarkan data yang dihimpun Komunitas DTB Indonesia, tercatat 15 anak yang mengidap kondisi Cerebral Palsy di Kecamatan Lembang, termasuk Jun Maulana (12) warga Kampung Langensari RT02/03, Desa Langensari, Kecamatan Lembang.

"Berdasarkan data di Posko DTB, se-Kecamatan Lembang ada 15 orang yang mengidap Cerebral Palsy," kata Corfied, Jumat 25 Oktober 2024.

Sementara untuk pengidap Cerebral Palsy di Desa Langensari yang tercatat pihaknya itu baru empat orang, termasuk Jun Maulana.

"Kalau data terakhir berdasarkan survei usia pemilih, penyandang disabilitas di Jawa Barat mencapai angka 120 ribu dengan berbagai kategori," ujarnya.

"Itu untuk yang sudah punya hak pilih, otomatis jumlahnya bakal lebih dari itu karena termasuk anak-anak dan lain sebagainya," tambahnya.

Dikatakan Corfied, untuk penanganan anak-anak yang mengidap Cerebral Palsy harus didorong dari orangtuanya agar rajin membawa anaknya terapi.

"Intinya agar mereka ada kegiatan berupa terapi disamping melatih agar mereka bisa membuat sesuatu," katanya.

Kemudian, terang Corfied, ada cabang olahraga yang khusus bisa dilakukan oleh penderita Cerebral Palsy yang disebut Bocce.

"Bocce ini olahraga yang pelaksanaannya menggabungkan antara bowling dan biliar dan cabor ini sudah dipertandingkan baik ditingkat nasional maupun internasional," terangnya.

Selain itu, biasanya anak-anak yang mengidap Cerebral Palsy kerap mengalami tantrum seperti Jun yang kerap memukuli anggota tubuhnya hingga memar.

"Itu harus ditangani dengan obat dan kalau berbicara obat, obat untuk CP enggak tersedia, memang ditanggung BPJS tapi terbatas," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani