Tak Daftarkan Merek Dagang, Kafe Milik Ayah Jimin BTS Hadapi Pesaing dengan Nama Sama
Kini ada kafe yang meniru nama milik kafe ayah Jimin BTS yang buat penggemar geram.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Penggemar BTS ARMY, pastinya sudah mengetahui bahwa ayah Jimin BTS memiliki kafe di Busan yang jadi incaran banyak penggemar.
Para penggemar geram atas sebuah perusahaan yang diduga mencoba mengambil keuntungan tidak adil dari bisnis keluarga Jimin BTS.
Selama bertahun-tahun, penggemar BTS telah mengetahui bahwa ayah Jimin BTS menjalankan sebuah kafe di Busan bernama "Magnate."
Tempat itu sering dikunjungi oleh ARMY, bahkan menarik wisatawan dari luar negeri yang ingin berkunjung ke kafe milik keluarga Jimin BTS.
Namun, menurut laporan, karena ayah sang idola tidak mendaftarkan merek dagang nama bisnis tersebut, nama itu dipatenkan oleh orang lain, sehingga dia terpaksa mengubah nama kafe tersebut menjadi “ZM-ILLENNIAL.”
Baru-baru ini, bisnis tersebut mengeluarkan pengumuman publik, memberitahukan kepada pelanggan bahwa sebuah toko akan dibuka di dekat lokasi mereka dengan nama "Magnate."
Namun, toko tersebut tidak memiliki afiliasi dengan keluarga Park Jimin BTS. Pengumuman tersebut dikeluarkan untuk memastikan para penggemar tidak bingung antara kedua bisnis tersebut.
"SEBARKAN INFORMASI INI. ZM-ILLENNIAL di Busan meminta pengunjung untuk mengetahui bahwa kafe mereka bernama ZM-ILLENNIAL, bukan Magnate.
Sebuah kafe di dekatnya beroperasi dengan nama Magnate, tetapi tidak berafiliasi dengan mereka. Mohon bantu sebarkan informasi ini kepada siapa pun yang berencana berkunjung."
Menurut laporan, toko "Magnate" yang baru akan menjalankan bisnis pakaian. Meskipun bukan pesaing langsung, para penggemar merasa bahwa itu adalah upaya yang berani untuk memanfaatkan nama merek yang kini populer secara global berkat hubungannya dengan Jimin BTS.
Fakta bahwa papan nama toko tersebut menggunakan tipografi yang sama dengan nama lama kafe ayah Jimin BTS semakin memperkuat kemarahan tersebut.
"Bahkan ayahnya pun tak terbebas dari lintah," "Bukan hanya soal nama, gaya, font, semuanya sama, hahaha, pemiliknya benar-benar parasit."
"Tipografi yang sama… ini mengerikan," "Astaga, apa-apaan ini???? Rasa malu ini sungguh tak mengenal batas."
"Pastikan tidak ada ARMY yang membeli dari toko itu!," "Saya harap perusahaan itu bangkrut."***
Editor : Irma Nurfajri

