Tak Dapat Bantuan Pemerintah, Kuli di Toko Sembako Asal Cipeundeuy KBB Ini Berjuang Sendiri Demi Kesehatan Anaknya yang Tersambar Petir

Orang tua mana yang tak tersayat hatinya saat melihat buah hatinya terbaring lemas tak berdaya di atas bangsal rumah sakit.

Tak Dapat Bantuan Pemerintah, Kuli di Toko Sembako Asal Cipeundeuy KBB Ini Berjuang Sendiri Demi Kesehatan Anaknya yang Tersambar Petir
Sudah seminggu lebih kedua buah hatinya, yakni Noval Al-Qodri (10) dan Alina Faiza (6) harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. (istimewa)

INILAHKORAN, Ngamprah - Orang tua mana yang tak tersayat hatinya saat melihat buah hatinya terbaring lemas tak berdaya di atas bangsal rumah sakit.

Rasa tak karuan bercampur aduk itu tengah dirasakan pasangan suami istri Gopur dan Nia Parida warga Kampung Sukawening RT 001/RW 005, Desa Ciharashas, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Sudah seminggu lebih kedua buah hatinya, yakni Noval Al-Qodri (10) dan Alina Faiza (6) harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Bukan karena sakit, kedua bocah malang itu harus mendapatkan penanganan medis usai tersambar petir pada Jumat 28 Februari 2025 sore.

Gopur pun masih mengingat jelas pertisiwa petir menyambar bagian dapur rumah hingga tembus ke dalam. 

Tak hanya merusak atap rumah, petir itu juga mampu menembus lantai, Namun, ibarat peribahasa mujur tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak saat kejadian petir menyambar di dapur terdapat istri kedua anaknya yakni Noval, Alina  dan Nia Parida (istri Gopur).

"Petir sempat menyambar pohon kelapa, sebelum akhirnya menghantam asbes dapur dan tembus ke dalam rumah. Pada saat kejadian, kedua anak saya dan istri tengah berada di dapur," kata Gofur, Senin 10 Maret 2025.

"Noval dan Alina baru selesai makan, sementara istri tengah mencuci daging ayam. Anak saya tersambar langsung, sementara istri berhasil selamat dari kejadian itu," sambungnya.

Selain merusak lantai rumah, dahsyatnya kekuatan petir itu seketika membuat Noval dan Alina terkapar dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.

Berdasarkan video yang dikirim Gopur, badan, kaki dan tangan anaknya terlihat dibalut perban. Kondisinya sangat memprihatinkan.

"Noval dan Alina mengalami luka bakar dihampir sekujur tubuhnya. Paling parah anak bungsu saya, Alina sampai harus cuci darah. Untung golongan darah saya sama dengan Alina," jelasnya.

Penghasilan Gopur yang sehari-hari berprofesi sebagai kuli harian lepas di toko sembako kini terganggu lantaran pengeluarannya bertambah lantaran harus mengeluarkan ongkos dari Cipeundeuy ke RSHS. Belum lagi, bekal selama menunggu di rumah sakit.

"Alhamdulillah-nya, biaya pengobatan ditanggung penuh BPJS Kesehatan," ucapnya.

Ditanya soal adakah bantuan yang diberikan pemerintah daerah, Gopur mengaku hingga kini belum ada. Sejak kejadian hingga kini, bapak enam anak ini berjuang sendiri.

"Yang terpenting bagi saya, anak cepat sembuh. Mohon doanya saja," ujarnya.


Editor : Doni Ramdhani