Tak Ingin Kasus Keracunan Terulang, Disdik KBB Bakal Aktifkan Kembali UKS

Tak hanya itu, Disdik KBB bahkan telah melibatkan seluruh Puskesmas yang ada di 16 kecamatan untuk kembali membentuk UKS.

Tak Ingin Kasus Keracunan Terulang, Disdik KBB Bakal Aktifkan Kembali UKS

INILAHKORAN, Ngamprah - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bandung Barat (KBB) bakal mengaktifkan kembali usaha/unit kesehatan sekolah (UKS) sebagai langkah preventif agar kasus keracunan yang menimpa siswa di Bandung Barat tidak terulang kembali.

Tak hanya itu, Disdik KBB bahkan telah melibatkan seluruh Puskesmas yang ada di 16 kecamatan untuk kembali membentuk UKS.

"Diaktifkannya kembali UKS ini menjadi salah satu solusi untuk mencegah terjadinya keracunan terulang kembali di KBB," kata Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Asep Dendih, Selasa 17 Oktober 2023.

"Kita sudah berkoordinasi juga dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) terkait peran Puskesmas di wilayahnya masing-masing sebagai pembina," sambungnya.

Selain memberikan edukasi terkait pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), sebut Asep, keberadaan UKS ini memiliki tugas untuk mengawasi kualitas jajanan yang bermutu dan sehat.

"Saat ini kita juga tengah menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang akan terlibat dalam UKS tersebut," ujarnya.

"Karena nantinya akan ada petugas khusus yang mengurusi UKS guna memantau makanan yang ada di lingkungan sekolah," sambungnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) KBB, Hernawan Widjayanto menambahkan, selain memberikan pembinaan UKS keterlibatan puskesmas di lingkungan sekolah juga berkaitan dengan edukasi bagaimana menjaga imunitas untuk tetap kuat ketika menghadapi bakteri asing melalui udara akibat polusi.

“Jadi, bukan hanya soal menjaga makanan saja, melainkan dengan adanya upaya itu, orang tua dapat ikut membantu memaksimalkan proteksi pada anak dengan memperhatikan betul aktivitas mereka di luar sekolah,” ujarnya.

Hernawan pun meyakini, penerapan metode edukasi yang masif kepada pihak sekolah dan siswa, setidaknya dapat meminimalisir risiko keracunan yang diakibatkan oleh makanan. 

Termasuk, sambung Hernawan, kepada para pedagang di lingkungan sekolah, bakal diberikan edukasi yang sama.

“Bakteri itu bukan hanya dari hal yang dimakan saja, namun di udara pun bisa terjadi. Namun, dengan adanya keterlibatan petugas kesehatan di lingkungan pendidikan diharapkan bisa meminimalisir kejadian-kejadian yang tak diinginkan," pungkasnya.*** (agus satia negara)


Editor : Ahmad Sayuti