Tak Terima Ditegur, Tiga Pemuda di Cipatik Tega Aniaya Mahasiswa hingga Penuh Luka

Denda Riswanda (25), seorang mahasiswa asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus menahan rasa sakit di bagian wajah usai dikeroyok sekelompok pemuda di Jalan Raya Cipatik-Soreang. 

Tak Terima Ditegur, Tiga Pemuda di Cipatik Tega Aniaya Mahasiswa hingga Penuh Luka
Denda Riswanda (25), seorang mahasiswa asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus menahan rasa sakit di bagian wajah usai dikeroyok sekelompok pemuda di Jalan Raya Cipatik-Soreang. 

INILAHKORAN, Ngamprah - Denda Riswanda (25), seorang Mahasiswa asal Kabupaten Bandung Barat (KBB) harus menahan rasa sakit di bagian wajah usai dikeroyok sekelompok pemuda di Jalan Raya Cipatik-Soreang. 

Kondisi Denda yang memprihatinkan itu viral di media sosial, terlihat wajah korban penuh luka, bahkan darah segar pun mengalir di pakaian yang dikenakannya.

Belakangan diketahui, peristiwa pengeroyokan itu dialami Denda dan keluarganya pada Minggu 7 September 2025 sekitar pukul 16.30 WIB. Dia dikeroyok tiga pemuda yang mengendarai sepeda motor. 

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Cililin, AKP D.M.S. Andriani membenarkan terjadinya insiden berdarah itu dan sudah menerima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut.

"Betul kami sudah terima laporan terkait dugaan tindak pidana penganiayaan di daerah Cipatik, KBB. Kejadiannya hari Minggu kemarin," kata Andriani, Jumat 12 September 2025.

Andriani menjelaskan, aksi tindak pidana penganiayaan tiga pemuda tak dikenal itu berawal saat korban bersama keluarganya dalam perjalanan dari Sindangkerta, Bandung Barat, menuju ke Cijerah, Kota Bandung.

"Jadi saat di Jalan Raya Cipatik itu kondisi dalam keadaan macet kemudian dari sebelah kiri mobil yang dikemudikan korban datang satu unit motor yang dinaiki 3 orang," jelasnya.

Andriani menyebut, pengendara motor itu menjalankan kendaraan itu secara ugal-ugalan bahkan sempat melakukan atraksi standing hingga akhirnya hilang kendali. 

Motor itu lalu menyenggol kaca sebelah kiri mobil korban memicu korban menegur pelaku. 

"Para pelaku ternyata tidak menerima teguran dari korban hingga para pelaku melakukan perusakan mobil pada bagian spion sebelah kanan sampai patah," sebutnya.

"Selain itu pintu bagian tengah penyok serta melakukan pemukulan terhadap korban dengan menggunakan tangan kosong," tambahnya.

Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka robek pada bagian mulut dan hidungnya. Darah mengucur disertai teriakan histeris dari keluarga korban yang ada di dalam mobil. 

Bahkan, video korban mengalami luka akibat penganiayaan itu viral di media sosial. 

"Kami masih menyelidiki aksi tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi mata di lokasi kejadian. Nomor polisi kendaraan pelaku belum diketahui," tandasnya. *** 


Editor : JakaPermana