Takut Corona, Jamaah di Masjid Pemda Garut Diimbau Tak Bersalaman
Diduga saking takutnya terhadap penyebaran wabah corona virus deseases 2019 (Covid-19), jamaah masjid At Tauhid di lingkungan kantor Sekretariat Daerah Pemkab Garut diimbau tak berjabatan tangan atau bersalaman usai salat.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Garut - Diduga saking takutnya terhadap penyebaran wabah corona virus deseases 2019 (Covid-19), jamaah masjid At Tauhid di lingkungan kantor Sekretariat Daerah Pemkab Garut diimbau tak berjabatan tangan atau bersalaman usai salat.
Karuan, hal itu menjadi pembicaraan menggelitik di kalangan jamaah yang sebagian besar merupakan pegawai Pemkab Garut.
Peristiwa tersebut terjadi sesaat sebelum dibacakan iqamat untuk memulai pelaksanaan ibadah salat berjamaah zuhur, Senin (16/3/2020).
Jamaah yang ketika itu sedang duduk bersiap menyambut iqamat, dikejutkan dengan seorang staf ahli Bupati, Sartono, yang tiba-tiba maju ke depan mimbar dan menyampaikan pengumuman melalui pengeras suara.
Dia mengingatkan, jamaah agar tidak bersalaman sesudah salat seperti biasa dilakukan sebagian besar jamaah. Dia beralasan hal itu untuk menghindari penyebaran Covid-19 sebagaimana diinstruksikan Bupati Garut Rudy Gunawan.
Akan tetapi, kendati sebagian besar menaati imbauan tersebut, sebagian lainnya tetap bersalaman.
"Kita tahu yang salat berjamaah ini pasti sudah cuci tangan, sudah wudlu. Yang kita salami juga sudah kita kenal. Kita pun bisa membedakan mana yang ada gejala sakit, atau tidak. Enggak usah berjabat tangan itu, kalau di luar di tempat yang kita tak yakin akan kebersihan tangannya," kata Didin salah seorang jamaah beralasan.
Senada dikemukakan yang lainnya.
"Sebagai muslim, meskipun takut akan penyebaran virus corona, tapi enggak usah berlebihan seperti itu. Seakan lebih takut kepada corona daripada kepada Maha Pencipta corona itu sendiri," ujarnya. (Zainulmukhtar)
Editor : Doni Ramdhani

