Talenta Terbaca Karier Terjaga
SETIAP nama membawa potensi.Kini, Pemkab Bogor berusaha menemukan tempat terbaiknya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Lima ratus enam puluh nama tercatat dalam sebuah pemetaan. Namun di balik angka itu, ada kemampuan yang berbeda- beda, pengalaman yang panjang, serta potensi yang belum tentu seluruhnya menemukan ruang untuk tumbuh.
Setiap ASN membawa bekal masing-masing. Ada kompetensi yang telah teruji, ada kemampuan yang masih menunggu diasah, dan ada talenta yang mungkin selama ini berjalan tanpa banyak terlihat.
Pemkab Bogor melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kini berupaya membaca potensi tersebut melalui Profiling ASN Tahun 2026. Program nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN) itu menjadi langkah untuk mengenali potensi dan kompetensi aparatur secara lebih objektif.
Sebanyak 560 pegawai negeri sipil (PNS) mengikuti profiling yang berlangsung pada 31 Agustus hingga 4 September 2026 di Laboratorium BKPSDM Kabupaten Bogor.
Pelaksanaannya difasilitasi Kantor Regional III BKN.
Kepala BKPSDM Kabupaten Bogor Yunita Mustika Putri mengatakan profiling bukan sekadar kegiatan mengumpulkan data. Pemetaan tersebut diharapkan menjadi pijakan untuk membaca arah perjalanan karier setiap ASN sekaligus kebutuhan organisasi.
“Profiling ASN ini menjadi instrumen penting untuk mengetahui potensi dan kompetensi setiap ASN secara lebih objektif. Hasilnya dapat menjadi dasar dalam pengembangan kompetensi, perencanaan karier, hingga penempatan ASN sesuai potensi dan kebutuhan organisasi,” kata Yunita, seperti dikutip dari ANTARA, Senin (7/9).
Pemetaan itu juga menjadi bagian dari upaya membangun basis data aparatur yang objektif dan akurat. Dari sana, Pemkab Bogor ingin mempercepat penerapan manajemen talenta agar setiap kemampuan dapat dikembangkan secara lebih terarah.
Talenta yang ditemukan tidak berhenti sebagai angka dalam sebuah basis data. Potensi tersebut diharapkan menjadi pertimbangan dalam menentukan pengembangan kompetensi, perjalanan karier, hingga penempatan aparatur sesuai kebutuhan organisasi.
“Dengan adanya profiling ini, kami berharap talentatalenta ASN dapat teridentifikasi dengan baik sehingga pengembangan karier dan peningkatan kompetensinya dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Manajemen talenta juga diarahkan untuk membangun pengelolaan ASN yang semakin profesional dan berbasis sistem merit. Kompetensi menjadi salah satu pijakan, disandingkan dengan kebutuhan organisasi agar sumber daya aparatur dapat bekerja pada ruang yang paling tepat.
Sebab, menempatkan seseorang pada posisi yang sesuai bukan hanya soal pembagian tugas. Ada potensi yang bisa tumbuh ketika kemampuan bertemu dengan ruang yang tepat.
Kualitas aparatur pun menjadi bagian penting dari perjalanan pemerintahan.
Pelayanan kepada masyarakat pada akhirnya bertumpu pada orang-orang yang menjalankannya setiap hari.
“ASN adalah salah satu kekuatan utama dalam menjalankan pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, penting bagi kita untuk memastikan setiap ASN dapat berkembang sesuai potensi dan kompetensinya serta memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi,” kata Yunita. (gin)
Editor : Inilahkoran

