Sisi Lain sang Monster Viking

Sisi Lain sang Monster Viking
Net

ERLING Haaland menunjukkan sisi kematangannya saat memimpin Manchester City membungkam FC Porto 2-0 di Estadio do Dragao pada laga pembuka Liga Champions, Rabu (9/9) dini hari WIB.

Oleh: Bsafaat

Di balik dua gol (brace) penentu kemenangan dan keberhasilannya menyamai rekor gol Eropa Sergio Aguero, pertandingan di Portugal ini memperlihatkan potret transisi emosional yang luar biasa dari sang penyerang monster menjadi seorang pemimpin yang lebih tenang dan dewasa.

Estadio do Dragao malam itu menjelma menjadi kawah candradimuka yang bising. Ribuan suporter FC Porto terus memberikan tekanan mental, menciptakan atmosfer luar biasa yang diakui sendiri oleh Erling Haaland terasa "tidak nyata". Namun, bagi Haaland yang turun ke lapangan dengan potongan rambut baru yang lebih pendek, malam itu bukan sekadar tentang mencetak gol, melainkan ujian bagi kematangan jiwanya.

Sebelum laga dimulai, sang manajer Enzo Maresca sempat melontarkan pujian mendalam. Maresca menyebut Haaland kini telah bertransformasi menjadi sosok yang jauh lebih lengkap.

Status barunya sebagai seorang kepala keluarga mendatangkan aura kedewasaan yang merembes hingga ke dalam lapangan permainan. Kepercayaan barunya masuk ke dalam kelompok empat kapten tim Manchester City seolah mengunci tanggung jawab besar di pundaknya.

Babak pertama berjalan tidak mudah. Haaland berulang kali mendapati peluang emasnya digagalkan oleh kegemilangan kiper Porto, Diogo Costa.

Kesabaran  berbuah manis hanya 90 detik setelah babak kedua dimulai. Memanfaatkan umpan silang akurat dari rekrutan anyar Enzo Fernandez, Haaland melompat tinggi dan menyundul bola masuk ke gawang. Alih-alih melakukan selebrasi egois yang meledak-ledak, ia langsung berlari memeluk Enzo, merayakan koneksi baru mereka Laga yang berjalan dalam tensi sangat panas ini mencapai puncaknya di masa injury time. Sesaat setelah ia dilanggar secara kasar tanpa bola oleh gelandang Porto, Pablo Rosario, ketegangan pun pecah.

Haaland merespons dengan kemarahan yang jujur. Terjadi aksi tarik-menarik baju dan adu argumen yang sengit sebelum akhirnya dilerai rekan-rekan setimnya. Wasit Szymon Marciniak mengakhiri perselisihan itu dengan kartu kuning untuk kedua pemain. Momen ini menjadi pengingat bagi semua orang: di balik ketenangan barunya sebagai seorang ayah, ia tidak akan pernah membiarkan dirinya diintimidasi.

 Hanya berselang satu menit dari insiden kartu kuning itu, ia berhasil memanfaatkan umpan Rayan Ait-Nouri untuk mencetak gol keduanya. Sebuah penyelesaian dingin di tengah gemuruh cemoohan yang langsung membungkam seisi stadion. [1]  "Di Manchester City, Anda harus menuntut banyak hal satu sama lain. Anda harus memenangkan pertandingan dan memenangkan trofi," ungkap Haaland. (bsf)


Editor : Inilahkoran