Bandung Raya Perkuat Sispamkota

Bandung Raya  Perkuat Sispamkota
GELAR LATIHAN: Polrestabes Bandung menggelar latihan Sispamkota Bandung Raya guna menguji serta meningkatkan kesiapsiagaan taktis personel gabungan.

INILAH, Bandung - Lapangan Tegalega Bandung menjadi titik berkumpul ribuan personel gabungan, Rabu (9/9). Sekitar 2.500 personel mengikuti latihan Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota) untuk menguji kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan gangguan keamanan di wilayah Bandung Raya.

Barisan personel bukan sekadar menunjukkan kekuatan jumlah. Di balik latihan tersebut, setiap anggota dituntut memahami posisi, tugas, serta tindakan yang harus dilakukan ketika situasi berkembang dan membutuhkan respons cepat.

Polrestabes Bandung menggelar latihan ini dengan melibatkan unsur kepolisian dari sejumlah wilayah di Bandung Raya. Personel Polres Soreang, Polres Cimahi, dan Polres Sumedang turut terlibat, bersama dukungan Brimob dan Dit Samapta Polda Jawa Barat.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan Sispamkota menjadi sarana untuk mengasah kemampuan teknis sekaligus membangun keterpaduan antar-fungsi dalam menghadapi situasi kontinjensi.

"Latihan ini dijadikan sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan dalam rangka mengamankan Kota Bandung Raya. Polrestabes Bandung bekerja sama dengan Polres-Polres Rayonisasi Bandung Raya, yaitu Polres Soreang, Cimahi, dan Sumedang melaksanakan latihan Sispamkota," kata Dedi di Lapangan Tegalega, Bandung, Rabu (9/9). 

Setelah apel, latihan berlanjut dengan Tactical Floor Game (TFG). Para perwira pengendali dan komandan penugasan dihadapkan pada peta dan skenario operasi untuk memastikan setiap langkah telah dipahami sebelum diterapkan di lapangan.

TFG menjadi bagian penting karena komandan harus mampu membaca situasi, menentukan posisi personel, sekaligus menjabarkan tugas kepada masing-masing unsur. Dengan begitu, setiap bagian tidak bergerak sendiri ketika menghadapi kondisi yang membutuhkan penanganan terpadu.

"Masing-masing komandan penugasan nantinya harus mampu menjabarkan tugas dan tanggung jawab kepada personelnya, sehingga keterpaduan antar-fungsi betul-betul terwujud di lapangan. Di medan latihan inilah personel diberikan penyegaran posisi dan tindakan yang terukur sesuai amanat undang-undang," ucap Dedi.

Latihan juga menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi lintas wilayah. Bandung Raya memiliki kawasan yang saling terhubung sehingga penanganan gangguan keamanan membutuhkan komunikasi dan kesiapan yang tidak berhenti pada batas administrasi.

Pelaksanaan latihan disupervisi Kepala Biro Operasi Polda Jawa Barat sebagai bagian dari penjaminan mutu. Dedi menegaskan latihan terpadu tersebut harus dilaksanakan secara maksimal agar kemampuan personel benar-benar teruji.

"Latihan cukup sekali dilaksanakan dengan tuntas dan maksimal. Latihan ini melibatkan sekitar 2.500 personel gabungan baik dari dibantu oleh teman-teman dari Brimob dan Dit Samapta Polda Jabar," jelasnya. (cesar yudistira/gin)


Editor : Inilahkoran