Tanggul Jebol Rumah Ambrol

TANGGUL irigasi di Kutawaringin jebol dan memicu longsor. Sejumlah rumah warga rusak diterjang material longsoran.

Tanggul Jebol Rumah Ambrol
TANGGUNG JEBOL: Tiga rumah warga rusak akibat longsornya tanggul irigasi yang jebol di Desa Kutawaringin, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/9). Bencana tersebut terjadi setelah hujan deras menyebabkan debit air meningkat hingga tanggul irigasi jebol dan memicu longsoran dengan panjang sekitar 30 meter serta tinggi 15 meter

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bandung pada dini hari menyisakan kepanikan bagi warga Desa Kutawaringin, Kecamatan Kutawaringin. Sekitar pukul 03.30 WIB, tanggul irigasi yang tak mampu menahan derasnya aliran air jebol dan memicu longsoran yang menerjang permukiman warga.

Material tanah dan longsoran merusak sejumlah rumah. Bahkan, salah satu rumah permanen dilaporkan bergeser hingga sekitar 10 meter akibat kuatnya longsoran. Warga yang masih terlelap terpaksa menyelamatkan diri ketika tanggul irigasi tiba-tiba runtuh.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung mencatat tiga rumah mengalami kerusakan. Dua rumah mengalami rusak berat, sementara satu lainnya mengalami rusak sedang. Selain itu, tujuh rumah lain turut terdampak bencana tersebut.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bandung Beny Sonjaya mengatakan longsoran terjadi setelah hujan deras meningkatkan debit air di saluran irigasi. Kondisi tanggul yang mengalami kerusakan kemudian tidak mampu menahan tekanan air.

"Tiga rumah warga terdampak, dua di antaranya mengalami rusak berat dan satu rumah mengalami rusak sedang," kata Beny seperti dikutip dari ANTARA, Rabu (9/9).

Camat Kutawaringin Mamet Slamet mengatakan hujan deras yang turun setelah kemarau panjang diduga menjadi salah satu pemicu jebolnya tanggul. Retakan yang kemungkinan terbentuk selama musim kemarau membuat konstruksi tanggul semakin rentan ketika kembali diguyur hujan dengan intensitas tinggi.

"Awalnya karena hujan deras semalam. Karena kemarau panjang, mungkin ada retakan-retakan, akhirnya irigasi itu jebol dan menimpa beberapa rumah warga," ujar Mamet.

Dari sekitar 10 rumah yang terdampak, tiga di antaranya mengalami kerusakan. Kerusakan berat memaksa penghuni meninggalkan rumah untuk sementara. Sekitar 20 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut.

Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat kini mengungsi di rumah kerabat. Untuk sementara, mereka harus meninggalkan rumah yang selama ini menjadi tempat berlindung karena kondisi bangunan dinilai tidak memungkinkan untuk ditempati.

Pemerintah setempat bersama BPBD Kabupaten Bandung dan Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat langsung melakukan penanganan awal. Warga juga bergotong royong membersihkan material tanah dan puing yang menutup area sekitar permukiman.

Penanganan tanggul menjadi pekerjaan berikutnya. Pemerintah berencana memasang bronjong sebagai langkah awal untuk memperkuat bagian tanggul yang jebol sebelum alat berat dikerahkan untuk memperbaiki saluran irigasi. (gin)


Editor : Inilahkoran