Man United vs Sabah FK : THEATRE OF DREAMS
BAGI Sabah FK, Stadion Old Trafford markas Manchester United bukanlah kuburan menakutkan melainkan panggung dari mimpi-mimpi tertinggi.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
Oleh: Bsafaat
Sabah FK bakal menantang angkernya Theatre of Dreams-julukan Old Trafford- dalam laga perdana fase grup Liga Champions, Jumat (11/9) dini hari WIB. Mereka sudah sejak lama menantikan momentum ini.
Ketika undian fase liga Liga Champions mempertemukan mereka dengan Setan Merah, reaksi para pemain Sabah FK bukanlah ketakutan. Rekaman video amatir memperlihatkan ruang ganti mereka pecah oleh sorak-sorai.
Mereka melompat kegirangan, berpelukan, seolah-olah baru saja memenangkan trofi. Bagi klub yang baru mencicipi panggung tertinggi Eropa setelah berjuang keras melewati empat babak kualifikasi yang melelahkan, bisa bertandang ke Manchester adalah anugerah terbesar dalam sejarah klub mereka.
"Kami ingin merasakannya (pertandingan) di Old Trafford sejak lama. Kami ingin menikmatinya, setiap menit pertandingan akan sangat berharga," ungkap Pelatih Sabah FC, Valdas Dambrauskas.
Dua dekade lalu, nama Valdas Dambrauskas sama sekali tidak dikenal di radar sepak bola Eropa. Titik balik hidupnya terjadi ketika ia memenangkan hadiah uang tunai dari sebuah acara kuis TV di Lithuania.
Bukannya menggunakan uang tersebut untuk kebutuhan konsumtif, Dambrauskas mengambil keputusan nekat. Ia merantau ke London, Inggris, untuk mengejar impian masa kecilnya menjadi pelatih sepak bola profesional.
Uang hasil kuis tersebut ia gunakan sebagai modal awal untuk membiayai kuliah ilmu olahraga di London Metropolitan University serta mengambil kursus kepelatihan resmi FA.
Selama bertahun-tahun di Inggris, ia merangkak dari bawah:Menjadi pelatih tim akademi komunitas lokal.Melatih anak-anak sekolah di London Barat.Bekerja paruh waktu demi bertahan hidup di biaya hidup London yang tinggi.
Setelah mengantongi lisensi kepelatihan, Dambrauskas kembali ke Eropa Timur dan mulai melatih berbagai klub di Lithuania, Latvia, Kroasia, hingga Yunani.
Gaya kepemimpinannya yang analitis, disiplin, namun humanis membuatnya dikenal sebagai pelatih yang mampu mengeluarkan potensi terbaik dari skuad dengan anggaran terbatas.
Keajaiban sejati terjadi ketika ia menerima pinangan Sabah FK, klub yang relatif baru di peta sepak bola Azerbaijan.
Di bawah asuhannya, Sabah FK berhasil mengukir sejarah dengan memenangkan trofi domestik pertama mereka dan melaju ke panggung tertinggi antarklub Eropa, Liga Champions UEFA.
"Sabah mungkin klub muda, tetapi telah berkembang sangat pesat. Ini adalah klub yang dibangun di atas nilai-nilai, kepercayaan, dan rasa hormat," ungkapnya.
Bagi Dambrauskas, pertandingan melawan Manchester United di bawah asuhan Michael Carrick bukan sekadar laga taktis biasa. Ini adalah momen melingkarnya takdir (full circle).
Dua puluh tahun lalu ia datang ke Inggris sebagai pemuda asing tunawisma sepak bola yang bermodal uang kuis; kini ia kembali sebagai manajer yang memimpin timnya keluar dari lorong stadion legendaris Old Trafford.
Janji Carrick
Di kubu MU, Manajer Michael Carrick berjanji kepada para pendukung bahwa MU bakal tampil beda saat meladeni Sabah.
Pernyataan ini dikeluarkan Carrick seusai pertandingan melawan Everton di akhir pekan kemarin. Sempat unggul dua kali, MU dipaksa berbagi poin dengan tuan rumah setelah Ainsley Maitland-Niles mencetak gol penyama kedudukan beberapa detik sebelum bubaran.
Hasil imbang ini membuat Setan Merah jadi sorotan. Pasalnya dari tiga laga yang sudah mereka jalani sejauh ini, anak asuh Carrick itu baru memenangkan satu pertandingan saja sejauh ini.
Carrick sadar betul bahwa hasil imbang tersebut sangat mengecewakan bagi para pendukung Setan Merah. Itulah mengapa ia berjanji akan membenahi performa MU jelang pekan krusial ini.
"Saya yakin segalanya akan berbeda pada pertandingan hari Kamis (vs Sabah) dan juga segalanya akan berbeda lagi di pertandingan hari Minggu nanti (vs Manchester City). Ada banayk hal baik yang bisa kami petik dari hasi lini (imbang vs Everton) dan kami bisa melangkah maju ke depan," buka Carrick.
Menurut Carrick, secara garis besar penampilan Manchester United sudah cukup oke. Namun ada beberapa detail yang perlu dibenahi timnya jelang dua laga penting ini.
Ia yakin jika MU mempersiapkan diri dengan baik jelang dua laga penting ini, mereka bisa memetik dua kemenangan yang berharga di dua laga tersebut.
"Kami memetik hal-hal bagus yang kami lakukan saat menghadapi Hull, Ipswich dan pertandingan tadi (vs Everton). Ada beberapa hal yang perlu kami tingkatkan, namun saya bisa bilang kami siap untuk pertandingan hari Kamis nanti," pungkas sang manajer. (bsf)
Editor : Inilahkoran

