Tambal Kekurangan Ruang Belajar, Disdik Jabar Bangun Ratusan Kelas

Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berpacu menambal ketimpangan infrastruktur pendidikan sekolah menengah jenjang SMA/SMK. 

Tambal Kekurangan Ruang Belajar, Disdik Jabar Bangun Ratusan Kelas
ilustrasi/net

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Barat terus berpacu menambal ketimpangan infrastruktur pendidikan sekolah menengah jenjang SMA/SMK. 

Sepanjang 2025, Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat menggelontorkan anggaran yang dialokasikan dari APBD untuk membangun sekolah baru, ruang kelas, hingga fasilitas sanitasi demi mengejar kebutuhan riil daya tampung siswa yang masih timpang.

Sekretaris Disdik Jabar, Deden Saepul Hidayat mengungkapkan, pembangunan sarana dan prasarana pendidikan tahun anggaran 2025 menyasar jenjang SMA, SMK dan SLB negeri, dengan fokus pada daerah yang mengalami lonjakan rombongan belajar (rombel) dan keterbatasan fasilitas dasar.

“Untuk pembangunan sarpras sekolah dari APBD 2025, ada 10 USB, 735 RKB, 307 toilet, rehabilitasi 185 ruang kelas, dan 11 ruang praktik siswa,” papar Deden dalam keterangannya, Senin 12 Januari 2025.

Deden merinci, pembangunan 10 Unit Sekolah Baru (USB) terdiri atas 7 SMA, 2 SLB dan 1 SMK. Sekolah-sekolah baru tersebut dibangun di wilayah yang selama ini menghadapi keterbatasan akses layanan pendidikan negeri.

Pembangunan USB dilakukan di SMAN 1 Pondok Salam Kabupaten Purwakarta, SMAN 8 Tambun Selatan, SMAN 4 Babelan Kabupaten Bekasi, SMAN 1 Sidamulih Kabupaten Pangandaran, SMAN 3 Jonggol dan SMAN 1 Kemang Kabupaten Bogor, SMAN 1 Kutawaringin Kabupaten Bandung, SLBN Ciparay Kabupaten Bandung, SLBN Medan Satria Kabupaten Bekasi, serta SMKN 1 Arjasari Kabupaten Bandung.

“Pembangunan 10 USB terdiri dari 7 SMAN, 2 SLBN, dan 1 SMKN,” tuturnya.

Selain membangun sekolah baru, Disdik Jabar juga menggeber pembangunan 735 Ruang Kelas Baru (RKB). Langkah ini ditempuh untuk mengejar kebutuhan ideal ruang belajar yang mencapai 3.687 kelas.
RKB tersebut tersebar di 13 Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dengan komposisi 139 RKB SLB, 271 RKB SMA dan 325 RKB SMK.

“Totalnya RKB di semua cabang dinas ada 735. RKB SLB ada 139, untuk SMA ada 271, dan SMK ada 325,” ucapnya.

Disdik Jabar juga menyoroti persoalan sanitasi sekolah. Dari total kebutuhan 10.077 unit toilet, baru 307 unit yang berhasil dibangun sepanjang 2025 dan tersebar di seluruh KCD Wilayah.
Pembangunan toilet tersebut meliputi 31 unit di SLB, 156 unit di SMA dan 120 unit di SMK.

“Total pembangunan ruang toilet pada tahun yang lalu ada 307 di 13 KCD,” ujarnya.

Sementara itu, rehabilitasi ruang kelas dilakukan terhadap 184 unit dari total kebutuhan 4.550 ruang yang memerlukan perbaikan. Rehabilitasi ini mencakup 5 ruang SLB, 122 ruang SMA dan 57 ruang SMK.

“Total rehabilitasi ruang kelas di 13 kantor cabang 184 unit yang meliputi 5 untuk di SLB, 122 unit di SMA, serta 57 unit di SMK,” katanya.

Untuk memperkuat pendidikan vokasi atau kejuruan, Disdik Jabar membangun 11 ruang praktik siswa yang tersebar di SMKN 1 Cariu Kabupaten Bogor, SMKN 9 Kota Bekasi, SMKN 1 Cipeundeuy dan SMKN 1 Dawuan Kabupaten Subang, SMKN 1 Tirtamulya Kabupaten Karawang, SMKN 1 Gegerbitung dan SMKN 1 Gunungguruh Kabupaten Sukabumi, SMKN 1 Takokak dan SMKN 2 Cilaku Kabupaten Cianjur, SMKN 1 Anjatan Kabupaten Indramayu, serta SMKN 13 Garut.

Pembangunan ini diarahkan untuk mendukung pembelajaran berbasis praktik, sekaligus memperkuat kesiapan lulusan SMK menghadapi dunia kerja. 


Editor : JakaPermana