Tanggapan Cak Imin Usai Ganjar Pranowo Muncul di Tayangan Adzan TV hingga Dituding Politik Identitas

Begini kata Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin soal kemunculan Ganjar Pranowo dalam tayangan adzan di TV.

Tanggapan Cak Imin Usai Ganjar Pranowo Muncul di Tayangan Adzan TV hingga Dituding Politik Identitas
Cak Imin tanggapi soal Ganjar Pranowo ada di adzan TV/Instagram/cakiminnow/Twitter

INILAHKORAN, Bandung - Bakal calon wakil presiden dari PKB, Muhaimin Iskandar menanggapi soal kemunculan Ganjar Pranowo dalam tayangan adzan TV.

Pria yang akrab disapa Cak Imin itu tidak menjawab secara gamblang saat disinggung Ganjar Pranowo muncul di adzan TV.

Cak Imin lebih memberi tanggapan untuk menyerahkan persoalan tersebut ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Selain KPI, menurut Cak Imin, yang berhak berkomentar soal adanya Ganjar Pranowo di tayangan adzan adalah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

"Tugas KPI dan Bawaslu yang mengomentari, ya," jawab Cak Imin dikutip inilahkoran dari tayangan YouTube, Senin 11 September 2023.

Kemunculan Ganjar Pranowo di tayangan adzan maghrib di TV memang menuai kontroversi. Bahkan PKS menuding Bacapres PDIP perjuangan itu telah melakukan politik identitas.

Juru Bicara PKS, Muhammad Iqbal menyebut PDIP bak senjata makan tuan karena adanya kemunculan Ganjar Pranowo dalam tayangan azan tersebut.

Menurut Iqbal, PDIP kerap kali menggaungkan soal politik identitas untuk menyerang PKS dan Anies Baswedan.

"Iya (politik identitas), senjata makan tuan, dan akhirnya PDIP juga terjebak dengan politik identitas," ujar Iqbal.

Sementara itu, Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto  menilai kemunculan Ganjar Pranowo dalam video azan tersebut bukan merupakan politik identitas.

"Bukan (politik identitas), karena dari sisi pak Ganjar Pranowo merupakan sosok yang religius, religiutasnya tidak dibuat-buat," kata Hasto.

Selain itu, Hasto juga menilai hal tersebut merupakan ajakan Ganjar Pranowo kepada masyarakat untuk taat beribadah dan memiliki nilai positif.

Dirinya meminta agar tampilan spiritualitas sebagai bangsa tidak langsung dihubung-hubungkan dengan politik identitas.

"Kalau untuk mengajak masyarakat dengan senyum, untuk berdoa bersama untuk menjalankan solat lima waktu, itu merupakan hal positif," ujar Hasto.***


Editor : Firda Rachmawati