Tanggapi Adanya Puluhan Laporan Kekerasan Anak dan Perempuan di Cimahi, Dikdik Bakal Lakukan Sejumlah Langkah ini
Sekda Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan angkat suara terkait maraknya laporan kasus kekerasan anak dan perempuan di wilayahnya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Sekda Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan angkat suara terkait maraknya laporan kasus kekerasan anak dan perempuan di wilayahnya.
Seperti diketahui, hingga Juli 2024 Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Cimahi mencatat sebanyak 28 laporan kekerasan anak dan perempuan di wilayah Cimahi. Dari 28 laporan yang masuk, sebagian besar kasus didominasi penelantaran anak.
Menanggapi persoalan tersebut, Dikdik menyebut bakal gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat yang perlu diberikan edukasi terkait kekerasan anak dan perempuan.
"Sudah menjadi tugas kami untuk terus melakukan sosialisasi dan mengedukasi masyarakat, sehingga masyarakat bisa memahami dan menghindari adanya kekerasan terhadap anak atau kaum perempuan," kata Dikdik, Kamis 11 Juli 2024.
Pihaknya pun berkomitmen untuk mengoptimalkan peran DP2AP3KB agar kasus kekerasan tidak terulang.
"Menurut data tahun 2024, ada 28 kasus. Kami akan lebih mengoptimalkan peran DP2AP3KB sehingga kasus ini jangan sampai terulang kembali. Mudah-mudahan di akhir tahun tidak ada lagi kasus yang sama," ungkapnya.
Selain itu, terang Dikdik, pihaknya menekankan pentingnya komunikasi antar anggota keluarga untuk menghindari terjadinya kekerasan.
"Setiap keluarga pasti memiliki masalah, begitu pula bagi anak-anak. Saya mengimbau agar setiap persoalan tidak diikuti dengan emosional yang berlebihan," ungkapnya.
"Komunikasi antar anggota keluarga menjadi faktor penting untuk menghindarkan terjadinya kekerasan," sambungnya.
Dikdik juga mengingatkan, para guru untuk mengawasi siswa agar terhindar dari aksi perundungan atau bullying.
"Anak-anak sekolah bagi para guru harus bisa mengawasi jangan sampai anak-anak didik kita kena bullying dari para teman-temannya," katanya.
Editor : Doni Ramdhani


