Tangis Pecah di RSUD Cimacan, Bocah Korban Longsor Tembok Penahan Tanah Meninggal Dunia

Tangis memecah di RSUD Cimacan, Kabupaten Cianjur. Balita yang tertimpa tembok penahan tanah di Kecamatan Cipanas, akhirnya meninggal dunia.

Tangis Pecah di RSUD Cimacan, Bocah Korban Longsor Tembok Penahan Tanah Meninggal Dunia
Petugas melakukan evakuasi atas ambruknya tembok penahan tanah di Cianjur. Salah seorang korban, seorang balita, meninggal di RSUD Cimacan.,

INILAHKORAN, Soreang – Tangis memecah di RSUD Cimacan, Kabupaten Cianjur. Balita yang tertimpa tempok penahan tanah di Kecamatan Cipanas, akhirnya meninggal dunia.

Sang balita yang jadi korban tembok penahan tanah yang amrbuk dan menimpa rumahnya, meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD Cimacan.

Meskipun sudah berusaha keras, tim dokter di RSUD Cimacan tak berhasil menyelamatkan nyawa balita korban reruntuhan tempok penahan tanah itu.

Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya, di Cianjur, Selasa 13 Mei 2025, mengatakan korban meninggal dunia setelah satu hari menjalani perawatan di RSUD Cimacan dengan kondisi kritis akibat tertimpa tembok rumah yang jebol dihantam material TPT.

“Korban meninggal dunia Selasa pagi setelah mendapat pertolongan medis di RSUD Cimacan. Korban dievakuasi petugas dari reruntuhan tembok rumah yang ambruk setelah dihantam material TPT yang ambruk,” katanya. 

Sebelumnya, petugas gabungan Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, mengevakuasi satu keluarga terdiri dari lima jiwa dari dalam rumah yang rusak berat akibat tertimpa tembok penahan tanah ambruk di Kampung Balakang, Desa Sindanglaya, Senin 12 Mei 2025.

Kepala Desa Sindanglaya Nyanyang Kurnia Sanusi, mengatakan tembok penahan tanah setinggi tiga meter yang terletak berseberangan dengan perkampungan, ambruk setelah hujan turun deras membuat aliran sungai terhambat membanjiri rumah warga.

“Arus sungai yang deras terhambat material tembok yang ambruk sehingga mengenangi perkampungan dan sebagian dari material tembok menghantam dinding rumah salah seorang warga hingga ambruk,” katanya.

Akibatnya tutur dia, satu rumah rusak berat dan dua rumah lainnya terendam banjir, sehingga pihaknya mengevakuasi satu keluarga terdiri dari tiga orang dewasa dan dua orang anak-anak yang mengalami luka akibat tertimpa tembok rumah yang ambruk. (*)


Editor : Zulfirman