‘Taring’ Siap Cabik Jerman

Band cadas asal Bandung ‘Taring’ akhirnya menjadi pemenang di final show DCDC Wacken Open Air Metal Battle Indonesia ketiga. Untuk itu, band inil mendapat tiket ke Jerman untuk kembali berkompertisi dengan puluhan band metal dari berbagai negara.

‘Taring’ Siap Cabik Jerman
istimewa

INILAH, Bandung - Band cadas asal Bandung ‘Taring’ akhirnya menjadi pemenang di final show DCDC Wacken Open Air Metal Battle Indonesia ketiga. Untuk itu, band inil mendapat tiket ke Jerman untuk kembali berkompertisi dengan puluhan band metal dari berbagai negara.

Band metal yang beranggotakan Hardi Rosadi (vokal), Gebeg (drum), Angga Kusuma (Guitar), dan Yuwan Ariestiyan (Bass) mengaku tidak pernah menyangka bisa menjadi juara ditahun ini. Atas kemenangannya itu, mereka berhak atas tiket manggung di Wacken Open Air (WOA) Jerman.

“Nggak nyangka band Bandung bisa jadi juara dan akan tampil di Jerman, terlebih W:O:A Metal Battle merupakan festival musik metal yang terbesar di dunia," ujar Gebeg usai acara di Dome Bale Rame Sabilulungan, Kabupaten Bandung, Sabtu (22/6/2019).

Gebeg nampak tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya dan berjanji  akan menampilkan perform terbaik di Jerman pada Agustus mendatang.

“Terima kasih buat semuanya,  kita akan berjuang habis-habisan mewakili Indonesia  diajang Wacken Open Air Jerman,” katanya.

Dia menambahkan, Indonesia itu punya sesuatu yang istimewa yaitu terkenal dengan etika yang luhur dan ramah, hal tersebut yang akan mereka sebarkan dan perkenalkan ketika tiba di Jerman.

“Kita punya budaya attitude yang baik, maka budaya ini yang akan kita tonjolkan di sana,” ungkapnya.

Taring berhasil mengalahkan sembilan finalis band diantaranya Hellcrust (DKI Jakarta), Kaluman (Bandung, Jawa Barat), Belantara (Bogor, Jawa Barat),Carnivored (Tangerang, Banten), Kapital (Kutai Kartanegara, Kaltim), Katzenmeister ( Bandung, Jawa Barat), Over Power (Kediri, Jawa Tengah), Paint In Black (Metro, Lampung), dan Wafat (Surabaya, Jawa Timur).

Juri yang bertugas tahun ini diantaranya Man (Jasad), Arian13 (Seringai), dan Luuk Van Gestel (Doomstar, Belanda). Para juri melakukan penilaian berdasarkan kualitas karya dari seluruh peserta.

Uwie Fitriani perwakilan dari Atap Promotions, mengatakan acara kali ini sama-sama meriah dengan tahun sebelumnya, hanya yang membedakan adalah lokasi penyelenggaraan. Jika tahun kemarin berlokasi di studio GTV yang cukup luas. Maka sekarang kita selenggarakan di Dome Bale Rame Sabilulungan Kabupaten Bandung.

“Yang bikin W:O:A Metal Battle ini meriah bisa dilihat dari animo para metalheads yang berdatangan dari luar daerah bahkan ada yang lintas pulau seperti dari Lampung untuk bisa menonton secara langsung band-band metal favorit mereka,” katanya.

Uwie menjelaskan, Wacken Metal Battle Inonesia 2019 merupakan event yang digelar ketiga kalinya dan menjadi event tahunan sejak 2017. Ada ratusan band-band yang beraliran musik cadas berpartisipasi mengikuti ajang ini dengan tujuan bisa mendapatkan tiket untuk ikut berkompetisi di Jerman.

“Untuk event Wacken  Open Air Metal Battle Indonesia 2019 ini ada 206 band metal dari 70 kota se-Indonesia, yang paling jauh ada dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, dari luar Jawa pun banyak yang ikut serta,” jelasnya.

Dikatakan Uwie, gelaran W:O:A Metal Battle  Indonesia 2019 menjadi gelaran yang tak hanya kuat dengan nilai sejarah, namun juga dipenuhi dengan berbagai kejutan dan menarik untuk disaksikan. Setiap band yang lolos ke babak final memiliki keunggulan dan karakternya masing-masing.

“Setiap band dituntut untuk tampil dengan baik dan maksimal secara keseluruhan, baik secara mentalitas, performa, musikalitas, dan lain-lain,” ujarnya.

Lebih jauh Uwie menjelaskan, pihaknya akan mengakomodir seluruh kebutuhan untuk pemenang selama berada di Jerman dan setelahnya mereka bisa memberikan kontribusi  dengan menampilkan karya-karya yang lebih baik. Seluruh aktivitas terkait Wacken Metal Battle Indonesia 2019 dimonitor oleh tim Steering Committee, yaitu Ebenz (Burgerkill), Addy Gembel (Forgotten) dan Kimung. 

“Kita berharap setelah dari Jerman, ‘Taring’ bisa menampilkan karya yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu Agus Danny Hartanto perwakilan DCDC mengatakan, Wacken Open Air Metal Battle Indonesia 2019 dapat terselenggara berkat dukungan dan kerjasama dari Djarum Coklat Dot Com, Atap Promotions, dan The Metal Rebel. Melalui program DCDC Dream World, yang merupakan wadah dari musisi-musisi tanah air yang ingin berkiprah dan melebarkan sayap di kancah musik dunia.

“Melalui W:O:A Metal Battle Indonesia, kita ingin mendukung indie movement yang ada di Indonesia,” katanya.

Danny sapaan akrabnya menjelaskan, pihaknya bersama pemenang  akan berangkat pada akhir Juli 2019 ini. Karena acara Wacken Open Air ini digelar pada tanggal 1-4 Agustus 2019. Dan yang menarik ditahun ini bertepan dengan 30 tahun Wacken Open Air, maka gelaran kali ini akan disuguhkan secara spesial.

“Jadi akan ada beragam konten khusus yang mereka garap untuk merayakan usia yang menginjak tiga dekade ini. Jadi boleh dibilang ini edisi terbaik, ibaratnya naik hajinya umat metal sedunia. Lewat festival WOA ini harapan kita, mereka (Taring) bisa banyak belajar dari pentas (dunia)," jelasnya.

Ribuan metalheads yang hadir turut bersorak terutama fans dari bang metal Taring, gemuruh tepuk tangan dan teriakan terus menggema disetiap sudut tempat acara berlangsung. Duet antara Addy Gembel (Forgotten) dan Downforlife semakin memanaskan suhu udara malam yang cukup dingin. Tak ketinggalan Jasad turut menghadirkan performanya memberikan hiburan dan membakar semangat para metalheads hingga akhir. (Agus Satia)


Editor : Doni Ramdhani