Tata Cara Membayar Fidyah yang Benar Sesuai Syariat Islam, Mulai dari Kriteria hingga Waktu Membayarnya
Fidyah adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang Muslim yang tidak mampu melaksanakan puasa Ramadhan karena alasan tertentu
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - fidyah adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang Muslim yang tidak mampu melaksanakan puasa Ramadan karena alasan tertentu, seperti sakit yang tidak mungkin sembuh, usia lanjut, atau kondisi khusus seperti ibu hamil dan menyusui.
Berikut ini adalah penjelasan lengkap tentang tata cara membayar fidyah:
1. Ketahui Kriteria Wajib Fidyah
Fidyah diwajibkan bagi orang-orang berikut:
Orang tua renta atau lansia yang fisiknya tidak lagi mampu berpuasa.
Orang sakit kronis yang kecil kemungkinan sembuh, sehingga tidak memungkinkan untuk mengganti puasa.
Ibu hamil atau menyusui jika mereka khawatir atas kesehatan dirinya atau bayinya dan tidak mampu berpuasa.
2. Bentuk Fidyah
Fidyah diberikan dalam bentuk makanan pokok, seperti beras di Indonesia, atau uang yang setara dengan harga makanan tersebut. Besarannya adalah:
Satu mud makanan pokok (setara dengan ±0,6 kg atau 3/4 liter beras) untuk setiap hari puasa yang ditinggalkan.
Jika dalam bentuk uang, nilai fidyah disesuaikan dengan harga makanan pokok di wilayah tempat tinggal.
3. Penyaluran Fidyah
Fidyah diberikan kepada golongan yang berhak menerima zakat, seperti fakir miskin. Penyerahan bisa dilakukan langsung kepada individu yang membutuhkan atau melalui lembaga amil zakat terpercaya.
4. Waktu Membayar Fidyah
Segera setelah meninggalkan puasa. Fidyah bisa dibayarkan harian selama Ramadan sesuai dengan jumlah hari tidak berpuasa.
Sekaligus setelah Ramadan. Jika lebih praktis, fidyah dapat dibayarkan sekaligus setelah Ramadan berakhir.
5. Cara Membayar Fidyah
Berikut adalah langkah-langkah membayar fidyah:
Tentukan jumlah hari puasa yang ditinggalkan. Contoh: Jika seseorang tidak berpuasa selama 10 hari, maka fidyah yang harus dibayarkan adalah 10 mud beras atau setara dengan 6 kg.
Siapkan makanan pokok atau uang. Jika memilih beras, pastikan jumlahnya sesuai ketentuan syariat. Jika berupa uang, hitung nilai yang setara.
Serahkan fidyah kepada fakir miskin. Anda dapat memberikan beras langsung kepada yang membutuhkan, menyiapkan makanan siap saji, atau menyalurkan melalui lembaga resmi.
6. Niat Membayar Fidyah
Niat fidyah dilakukan dalam hati tanpa harus diucapkan secara lisan. Yang penting adalah keyakinan bahwa fidyah ini ditunaikan sebagai pengganti puasa yang ditinggalkan.
Contoh Perhitungan Fidyah
Seorang ibu hamil tidak berpuasa selama 15 hari karena kondisi kesehatannya. Jika harga beras di wilayahnya adalah Rp12.000 per kilogram, maka perhitungan fidyahnya adalah:
Jumlah hari tidak berpuasa: 15 hari
Berat beras: 15 × 0,6 kg = 9 kg
Jika dalam bentuk uang: 9 kg × Rp12.000 = Rp108.000
Fidyah ini dapat disalurkan sekaligus atau secara bertahap.
Editor : Firda Rachmawati

