Tatapan Lutung yang Mengetuk Hati Dadan

Tatapan Lutung yang Mengetuk Hati Dadan
DIAMANKAN: Seekor lutung Jawa (Trachypithecus auratus) saat diamankan petugas Damkar Kota Tasikmalaya, Selasa (15/9). Sebelumnya dia ditangkap warga bernama Dadan ketika berada di lingkungan warga.(Foto : INILAH/N NUROHMAN )

INILAH, Tasikmalaya- Di batas sunyi antara Kota dan Kabupaten Tasikmalaya, sebuah drama kehidupan satwa liar tersembunyi bergolak. Seekor lutung Jawa (Trachypithecus auratus tampak kebingungan di atas dahan pohon.

Ia terombang-ambing di lingkungan yang asing, di tengah kepungan dunia manusia yang perlahan mengikis habitatnya.

Melihat makhluk malang itu terus mendekati pemukiman, ada rasa khawatir sekaligus iba yang menyergap hati Dadan, seorang warga setempat.

Dengan sisa keberanian dan rasa kemanusiaan, Dadan nekat memanjat untuk menyelamatkannya. Namun, saat tatapan matanya bertemu langsung dengan sang lutung dalam jarak dekat, detak jantung Dadan seolah berhenti. Ada sesuatu yang mengetuk nuraninya.

"Tadinya warga tidak tahu. Binatang ini (tatapan dan perilakunya) mirip sekali dengan manusia," tutur Erik Yowanda, Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan Damkar Kota Tasikmalaya, menggambarkan momen magis nan mengharukan tersebut.

Saat didekap, tubuh ringkih primata itu mengirimkan sinyal darurat: ia adalah satwa langka yang dilindungi undang-undang, yang kebebasannya kini di ujung tanduk.

Alih-alih mengurungnya dalam ego sangkar besi, ketulusan hati Dadan menuntunnya pada keputusan besar.

Pada Selasa (15/9/2026), ia memilih menyerahkan takdir sang lutung kepada pihak berwenang untuk mendapatkan pertolongan yang layak. Petugas Damkar yang tiba di lokasi segera bergerak cepat.

Foto sang lutung dikirimkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), yang dengan cepat mengonfirmasi identitas satwa endemik yang kian langka ini.

Di balik kondisi fisiknya yang dinyatakan sehat dan aman, tersimpan sebuah kenyataan pahit yang memilukan. Erik menduga kuat bahwa lutung ini adalah korban dari kekejaman perdagangan atau pemeliharaan ilegal.

"Kemungkinan besar ada yang memeliharanya, lalu lepas atau sengaja dibuang ke daerah sana," ungkap Erik lirih.

Ia terputus dari koloninya, terenggut dari dekapan hutan ibu pertiwi, hanya untuk memuaskan kesenangan sesaat manusia.Namun takdir berkata lain.

Berkat ketulusan Dadan, kisah pilu ini tidak berakhir tragis. Sang lutung kini telah berada di tangan aman BKSDA. Petugas sedang mempersiapkan babak baru dalam hidupnya: pulang ke rumah sejatinya, dilepasliarkan di rimbunnya hutan Gunung Syawal.

Di sana, ia akan belajar kembali menjadi liar, memanjat pohon tanpa ketakutan, dan hidup bebas tanpa kekangan.

Aksi penyelamatan ini menorehkan secercah harapan di tengah ancaman kepunahan satwa liar. Erik tak mampu menyembunyikan rasa hormat dan harunya atas kesadaran warga yang luar biasa.

"Kami sangat mengapresiasi masyarakat yang sudah sadar dan peduli terhadap hewan dilindungi," ucap Erik. (nunung nurohman/bsf) 


Editor : Inilahkoran