Tekanan Ekonomi, Motif di Balik Aksi Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Cirahong

Seorang pemuda berinisial M (30), diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Cirahong, Selasa (2/6/2026) pagi.

Tekanan Ekonomi, Motif di Balik Aksi Percobaan Bunuh Diri di Jembatan Cirahong
Kapolsek Manonjaya AKP Soni Alamsyah mengatakan, pemuda yang melakukan aksi percobaan bunuh diri itu telah diamankan dan dipulangkan ke rumahnya bersama keluarga. (n nurohman)

INILAHKORAN.ID - Seorang pemuda berinisial M (30), diduga melakukan percobaan bunuh diri dengan melompat dari Jembatan Cirahong, Selasa (2/6/2026) pagi.

Beruntung, aksi percobaan bunuh diri tersebut berhasil digagalkan warga yang berada di sekitar lokasi sebelum korban melompat dari jembatan Cirahong yang menghubungkan Kabupaten Tasikmalaya dan Kabupaten Ciamis itu.

Kapolsek Manonjaya AKP Soni Alamsyah mengatakan, pemuda yang melakukan aksi percobaan bunuh diri itu telah diamankan dan dipulangkan ke rumahnya bersama keluarga.

Berdasarkan hasil pendalaman sementara, korban yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang cilok diduga mengalami tekanan ekonomi. Selain itu, korban juga diketahui berada dalam pengaruh minuman keras sebelum kejadian.

"Korban diduga memiliki masalah ekonomi. Sebelum kejadian juga masih tercium bau minuman keras," ujar Soni.

Dia menjelaskan, pada malam sebelum peristiwa terjadi korban sempat mengamuk di rumahnya. Korban disebut mengacak-acak barang dan memecahkan kaca karena diduga berada di bawah pengaruh alkohol.

Setelah kejadian tersebut, korban pada pagi harinya mengendarai sepeda motor menuju Jembatan Cirahong. Sesampainya di tengah jembatan, korban berhenti dan terlihat berdiri dalam kondisi bengong sebelum akhirnya diamankan warga.

"Mungkin setelah kejadian malam itu korban masih dalam kondisi tidak stabil. Paginya langsung pergi ke jembatan dan diduga hendak melompat," katanya.

Menanggapi kejadian tersebut, pihak kepolisian akan meningkatkan pengawasan di kawasan Jembatan Cirahong, termasuk memperketat penertiban peredaran minuman keras di wilayah Manonjaya.

Selain itu, polisi juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan segera melapor apabila menemukan orang yang menunjukkan tanda-tanda hendak melakukan tindakan berbahaya di sekitar jembatan.

"Kami rutin melakukan patroli pada jam-jam rawan. Namun partisipasi masyarakat juga sangat diperlukan melalui kepedulian lingkungan dan kegiatan siskamling," pungkasnya.


Editor : Doni Ramdhani