Pemkot Bandung Klaim Hanya Satu Laporan Percobaan Bunuh Diri Awal 2026
Pemkot Bandung sebut sepanjang 2026 hingga awal Maret hanya menerima satu laporan percobaan bunuh diri.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Kepala Bidang Penyelamatan, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kota Bandung, Imanueal Situmorang mengungkapkan, sepanjang 2026 hingga awal Maret pihaknya hanya menerima satu laporan percobaan bunuh diri.
Namun laporan tersebut, tidak berlanjut ke tahap evakuasi maupun penanganan lanjutan.
“Dari Januari 2026 sampai sekarang, memang sempat ada satu laporan percobaan bunuh diri. Tetapi tidak ada kelanjutannya. Artinya, tidak ada tindak lanjut evakuasi atau penanganan lanjutan yang dilaporkan ke kami,” kata Imanueal Situmorang, Rabu 4 Maret 2026.
Menurut ia, apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Jumlah laporan percobaan bunuh diri memang ada beberapa, tetapi masih dalam kategori rendah. “Kalau untuk tahun lalu, memang ada beberapa kasus. Tapi masih bisa dihitung dengan jari,” ucapnya.
Latar belakang percobaan bunuh diri yang ditangani Diskarmat Kota Bandung, dituturkan Imanueal umumnya berkaitan dengan persoalan ekonomi, masalah keluarga hingga lingkungan sosial yang kurang mendukung.
“Umumnya, latar belakangnya karena persoalan ekonomi merasa tidak dihargai di keluarga atau lingkungan yang kurang mendukung sehingga membuat yang bersangkutan merasa sendiri dan berpikir untuk melakukan tindakan tersebut,” ujar dia.
Selain itu, ia menjelaskan kasus percobaan bunuh diri tidak hanya melibatkan warga Kota Bandung. Tetapi juga ada dari luar daerah. “Berdasarkan data kami, ada warga Kota Bandung. Tapi ada juga yang dari luar. Seperti kasus kemarin di Pasopati, itu warga Cimahi yang langsung menjatuhkan diri,” tuturnya.
Dengan adanya data tersebut, Diskarmat Kota Bandung menekankan pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam memberikan dukungan kepada individu yang mengalami tekanan psikologis.
"Kami akan terus berupaya melakukan penyelamatan. Baik melalui evakuasi maupun pendekatan persuasif, agar korban dapat mengurungkan niatnya," tandas dia.
Editor : JakaPermana


