Temukan Kontaminasi Bakteri dalam Air Minum yang Dikonsumsi Masyarakat, Jiva Svastha Nusantara dan IAKMI Kota Bandung Kampanyekan Kesehatan Dimulai dari Air Bersih

Jiva Svastha Nusantara dan IAKMI Kota Bandung meluncurkan kampanye kesadaran pentingnya air higienis.

Temukan Kontaminasi Bakteri dalam Air Minum yang Dikonsumsi Masyarakat, Jiva Svastha Nusantara dan IAKMI Kota Bandung Kampanyekan Kesehatan Dimulai dari Air Bersih
Jiva Svastha Nusantara dan IAKMI Kota Bandung kampanyekan pentingnya air higienis

INILAHKORAN, Bandung - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat Kota Bandung, Jiva Svastha Nusantara dan IAKMI Kota Bandung meluncurkan kampanye kesadaran pentingnya air higienis.

Mengusung tema 'Kesehatan Dimulai dari Air Bersih', kampanye yang bertepatan dengan kegiatan edukasi dan penyuluhan air bersih di Kelurahan Kujangsari, Bandung Kidul ini membawa misi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya air yang terkontaminasi serta mendorong penerapan praktik pemilihan dan pengelolaan air yang lebih aman. 

"Akses terhadap air minum yang higienis dan bebas kontaminasi merupakan langkah utama dalam mencegah penyakit berbasis lingkungan seperti diare, tifus, dan kolera," kata Ketua Yayasan Jiva Svastha Nusantara, Felicia Annelinde, Jumat 14 Februari 2025.

Pasalnya, ungkap Felicia, di lapangan pihaknya masih menemukan kontaminasi bakteri E. coli dan coliform pada air yang dikonsumsi masyarakat.  

Oleh karena itu, edukasi mengenai pemilihan sumber air yang aman dan pengelolaannya menjadi sangat penting. 

“Kami menemukan bahwa masih ada masyarakat yang menggunakan air dengan potensi kontaminasi bakteri," ungkapnya.

Melalui kampanye ini, pihaknya mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih sumber air dan menerapkan pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) agar kesehatan tetap terjaga.

Berdasarkan survei Yayasan Jiva Svastha Nusantara, mayoritas masyarakat Kota Bandung masih mengandalkan air dari depot air minum isi ulang sebagai sumber utama konsumsi air. 

"Bahkan, banyak dari mereka yang masih menggunakan galon bermerek yang sudah terlalu lama digunakan, sehingga meningkatkan risiko kontaminasi bakteri," sebutnya. 

Sebagai solusi, terang Felicia, Yayasan Jiva Svastha Nusantara menginisiasi program penukaran galon lama dengan galon baru yang tidak bermerk secara gratis.

"Program ini bertujuan untuk mengurangi risiko penggunaan galon yang sudah usang dan rentan terhadap pertumbuhan mikroorganisme berbahaya," terangnya. 

Sebagai bagian dari upaya advokasi, tambah Felicia, Yayasan Jiva Svastha Nusantara dan IAKMI Kota Bandung juga mendorong adanya kebijakan lokal yang lebih ketat dalam pengawasan kualitas air minum isi ulang. 

"Kolaborasi dengan pihak pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat menghasilkan regulasi yang lebih baik untuk memastikan standar keamanan air bagi masyarakat," ujarnya. 

Di masa mendatang, sambung Felicia, Yayasan Jiva Svastha Nusantara berencana untuk memperluas program ini ke daerah lain yang juga mengalami permasalahan serupa terkait air minum. 

"Dengan semakin banyak masyarakat yang mendapatkan edukasi dan akses terhadap air higienis, diharapkan dapat tercipta lingkungan yang lebih sehat dan bebas dari penyakit akibat air yang terkontaminasi," tandasnya. 

Ketua Umum IAKMI Kota Bandung, Nilla Avianty mengungkapkan pentingnya memastikan kebersihan dan keamanan depot air minum isi ulang sebelum membeli produk mereka. 

“Masyarakat harus memastikan bahwa depot air minum isi ulang yang mereka gunakan memiliki kebersihan yang terjaga, bebas dari banjir, serta memiliki sertifikasi dan hasil uji laboratorium," kata Nilla yang turut memberikan edukasi kepada masyarakat tentang cara memilih air minum isi ulang yang aman, 

Nilla menuturkan, kualitas air dapat diidentifikasi secara kasat mata dengan memastikan airnya jernih, tidak berbau, tidak berasa, dan tidak berwarna. Selain itu, masyarakat juga harus aktif menanyakan hasil uji laboratorium dari depot air minum yang mereka gunakan.

"Dengan kampanye ini kami berharap dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya air higienis dalam menjaga kesehatan serta mendorong kebiasaan yang lebih baik dalam pemilihan dan pengelolaan air minum sehari-hari," tuturnya.

Selain itu, sebut Nilla, kampanye ini juga melibatkan komunitas setempat untuk membantu menyebarluaskan informasi mengenai pentingnya air higienis

"Melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media sosial dan kegiatan langsung di lapangan, Yayasan Jiva Svastha Nusantara berharap dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan membangun kesadaran kolektif terkait isu ini," sebutnya.***


Editor : Firda Rachmawati