Terancam Longsor, Sekolah di Rongga Terpaksa Meliburkan Diri
Salah satu sekolah, SDN Talang Satu di Kampung Cigombong, Desa Cibedug, Kecamatan Rongga, Kabupaten Bandung Barat (KBB), terpaksa meliburkan diri karena ancaman pergerakan tanah.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah – Salah satu sekolah, SDN Talang Satu di Kampung cigombong, Desa cibedug, Kecamatan rongga, Kabupaten Bandung Barat (kbb), terpaksa meliburkan diri karena ancaman pergerakan tanah.
Kepala Desa cibedug, Engkus Kustendi kepada wartawan mengatakan kerusakan parah terjadi di bangunan SDN Talang Satu. Di depan lokal, lantai, dan halaman sekolah di Kampung cigombong, Desa cibedug, Kecamatan rongga itu, terjadi keretakan.
Menurutnya, lebar retakan bervariasi dan membahayakan karena bisa saja menyebabkan bangunan ambruk. Meski begitu, sebagai antisipasi aktivitas belajar mengajar di SDN Talang Satu Kampung cigombong, Desa cibedug, Kecamatan rongga itu, sekolah untuk sementara diliburkan.
“Bangunan sekolah juga rawan karena posisinya di atas permukiman, jadi untuk keselamatan dan hasil koordinasi dengan pihak sekolah serta komite, sekolah diliburkan dari tanggal 21-26 Februari 2024,” katanya.
Engkus menyebutkan total di sana ada 90 siswa dengan jumlah staf dan guru ada 10 orang.
Selain bangunan rumah dan sekolah yang terdampak langsung, sambung Engkus, berdasarkan inventarisasi di lapangan ada sebanyak 34 rumah yang terancam dan jalan lingkungan juga mengalami retak-retak.
Dikhawatirkan jika hujan terus menerus turun, rumah-rumah tersebut juga bakal terdampak langsung.
“Karena tanah di sana labil jadi kalau hujan terus menerus turun, khawatirnya bisa menyebabkan bangunan ambruk," tambahnya.
pergerakan tanah itu sendiri sudah muncul sejak tiga hari lalu. Kendati demikian, setiap harinya terus membesar dan saat ini retakannya sudah mencapai sekitar 20 sentimeter. Sehingga mengancam keselamatan warga.
"Pertama kali retakan tanah itu muncul tiga hari lalu, akibat hujan yang setiap hari turun sekarang retakannya terus membesar," ujarnya.
"Sedangkan, untuk warga yang rumahnya terdampak sekarang sudah diungsikan," ucapnya. (agus satia negara)
Editor : Zulfirman

