Terdampak Corona, Pendapatan PKB di Jabar Anjlok Rp2 Miliar per Hari
Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jawa Barat turut terkena imbas dari isu virus corona. Hal itu menyusul ditemukannya dua warga di Kota Depok yang positif terinfeksi Covid-19 pada pekan lalu.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Bandung - Pendapatan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Jawa Barat turut terkena imbas dari isu virus corona. Hal itu menyusul ditemukannya dua warga di Kota Depok yang positif terinfeksi Covid-19 pada pekan lalu.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jabar Hening Widatmoko mengatakan, isu virus corona tersebut menjadikan masyarakat enggan mendatangi tempat keramaian, termasuk kantor Samsat.
"Di Depok itu disampaikan kemarin kantor layanan sepi, karena ada larangan untuk berkumpul di tempat umum yang imbasnya terasa di Samsat Depok," ujar Hening di Kantor Bapenda Jabar, Rabu (11/3/2020).
Menurut Hening, dengan adanya respons masyarkat yang cenderung berlebihan menyikapi virus corona di Depok tersebut pihanya mengalami kerugian hingga Rp2 miliar per hari. Karena itu dia berharap, penyebaran wabah virus Corona dapat segera usai.
"Kalau di Depok itu Rp1-2 miliar per hari. Ini tentu kerugian. Kalau berkepanjangan tentu akan banyak lagi kerugiannya," ungkapnya.
Dia memastikan, pihaknya sudah memiliki sejumlah langkah apabila kondisi semakin buruk. Terlebih bila berpengaruh terhadap ekonomi global yang berimbas kepada pembelian kendaraan bermotor sehingga masyarkat bakal menahan diri untuk tidak membeli kendaraan.
Di sisi lain, masyarakat yang sudah siap membayar PKB pun akan melihat prospek ekonomi lantas berpikir ulang untuk tidak melakukan pembayaran. Karena itu pihaknya harus siap dalam kondisi apapun untuk mengejar target PKB di Jabar yang sebesar 63,3% atau Rp5 triliun pada 2020 ini.
"Jadi (pengaruh corona) ini bukan langsung ke pajaknya, kalau ekonomi melambat orang jadi berpikir untuk bisa bayar pajak, karena daya beli tadi menurun. Kami tidak berharap itu menjadi lama," harap dia.
Selain isu corona, Hening mengaku, ada pula faktor ekternal lainnya yang mempengaruhi pendapatan Jabar dari PKB. Yaitu terkait bencana banjir yang terjadi di beberapa daerah, seperti Bekasi dan Karawang.
"Kehilangan satu hari itu kehilangan Rp3 miliar pendapatan di Kota Bekasi dan Cikarang. Bisa dibayangkan kalau berlarut-larut banjir tidak surut," ungkapnya.
Sejauh ini, dia mengaku, pihaknya tetap membuka pelayanan untuk masyarkat yang hendak membayar pajak. Namun dengan bencana banjir tersebut, menjadikan masyarkat menunda pembayaran lantaran terjebak banjir pada beberapa titik jalan menuju datang ke kantor pelayanan. Hal itu seperti yang terjadi di Kota Bekasi.
"Ini baru kita lihat di Bekasi, ada lagi di Karawang. Karawang itu daerah Utara, di Subang juga gitu. Ini imbas akumulatif akan berpengaruh negatif juga terhadap pendapatan harian," ungkap Hening. (Rianto Nurdiansyah)
Editor : Doni Ramdhani

