Terima Laporan Difabel yang Membutuhkan, Camat Cikalongwetan Gercep Berikan Bantuan dan Solusi
Kedatangan jajaran aparat kewilayahan Kecamatan Cikalongwetan itu untuk memastikan kondisi warganya, khususnya kaum difabel secara langsung dari berbagai sisi kehidupan.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Senyum dan syukur terucap dari bibir para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Paguyuban difabel Mandiri dan Difabel Cikalongwetan.
Seketika semangat untuk bisa hidup laiknya masyarakat pada umumnya kian membara usai Pemerintah Kecamatan Cikalongwetan, bersama Danramil dan Polsek Cikalongwetan menyambangi Waroeng Difabel yang kerap dijadikan basecamp sekaligus tempat mereka mencari nafkah.
Kedatangan jajaran aparat kewilayahan Kecamatan Cikalongwetan itu untuk memastikan kondisi warganya, khususnya kaum difabel secara langsung dari berbagai sisi kehidupan.
"Kami mendapatkan informasi ada warga Cikalongwetan dari kalangan difabel yang membutuhkan bantuan dan motivasi dari banyak pihak," kata Camat Cikalongwetan, Dadang A. Sapardan kepada wartawan di Kampung Cikara RT02/RW11 Desa Cisomang Barat, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat, Selasa 13 Agustus 2024.
"Benar saja ada sejumlah difabel yang tergabung dalam Paguyuban Difabel Cikalongwetan yang sedang beraktivitas. Beberapa memang sangat membutuhkan bantuan dan motivasi dari kita semua," sambungnya.
Kendati memiliki keterbatasan, ungkap Dadang, para difabel ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat lain. Kemauan yang keras dan tekad kuat yang mereka miliki mampu menghasilkan gebrakan besar yang patut diacungi jempol.
"Dengan segala keterbatasannya, mereka mampu bertahan dengan menghadirkan banyak karya, salah satunya melalui Waroeng Difabel," ungkapnya.
Tak hanya itu, hal yang patut diapresiasi mereka ini pantang untuk mengemas. Bahkan, mereka justru berbagi kepada masyarakat lain yang membutuhkan, termasuk ke masjid-masjid.
"Dalam sebulan, para penyandang disabilitas ini juga rutin mengadakan kegiatan Gerakan Berbagi Jumat Keliling Masjid," ujarnya.
"Ada juga kegiatan Jumat Berkah yang dilaksanakan di Sekretariat Paguyuban. Acaranya sebulan dua kali setiap Jumat," ucapnya.
Menurutnya, hal ini merupakan pembuktian pihaknya bahwasanya mereka bisa berkarya, berbagi, serta bermanfaat untuk lingkungan sekitar.
"Viking Difabel juga mengelola Masjid dan Madrasah Nurul Hikmah (Masjid Viking Difabel). Ada sekolah agama gratis dengan jumlah santri kurang lebih 35 orang," sebutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dadang juga berdialog panjang dengan sejumlah difabel, seperti Ketua Viking Difabel, Anton, Ketua Paguyuban Difabel Cikalongwetan, Kang Ade, penyandang tuna netra Abah Ade, termasuk penyandang tuna daksa dan grahita, Siti Fatimah.
Tak hanya mewadahi keluh kesah warganya itu, Camat Dadang dan Danramil Cikalongwetan secara langsung menindaklanjuti keluhan warga dengan memanggil stakeholder terkait, mulai dari Puskesmas, Sekdes Cisomang Barat, pendamping PKH hingga sejumlah pihak yang berkaitan erat dengan kebutuhan mereka.
"Pemerintah Kecamatan Cikalongwetan juga akan berkoordinasi dengan sejumlah OPD di Pemda Bandung Barat untuk membantu saudara-saudara dari Paguyuban Difabel Cikalongwetan ini," tandasnya.
Dadang memastikan, pihaknya bakal terus memantau perkembangan warganya dari kalangan difabel itu. Termasuk melakukan pengecekan bantuan yang sudah diterima difabel.
"Rabu nanti pendamping rehabilitasi sosial akan turun untuk melakukan asesmen guna mendapatkan info intervensi yang bisa diberikan kepada penerima," ujarnya.
Inisiator Warung Difabel, Anton menyampaikan rasa terimakasihnya kepada Camat Cikalongwetan, Danramil dan Polsek Cikalongwetan yang telah hadir dan mendengar keluh kesah para difabel.
"Alhamdulillah, terimakasih kepada pak Camat, pak Danramil dan juga Polsek yang telah hadir mendengar dan membantu kami," kata Anton.
Menurutnya, ada banyak program yang ingin pihaknya wujudkan sebagai bukti bahwa para difabel juga mampu berkarya sama seperti orang normal lainnya.
"Meski terbatas, kami punya semangat dan tekad untuk terus berkarya," tegasnya.***
Editor : Ahmad Sayuti

